Jumat, 29 Juni 2012

Idrus Optimistis Golkar Usung Yance di Pilgub

Jakarta - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham optimistis Ketua DPD Golkar, Jawa Barat, Irianto MS Syafiudin atau Yance maju di Pilgub Jawa Barat 2013.

Sebab, Idrus menilai idealnya sebuah partai terutama di Golkar harusnya ketua partai yang diusung. Dalam hal ini, di Jawa Barat Yance yang menjadi ketua DPD dan layak menjadi calon gubernurnya.

"Idealnya adalah ketua (DPD) yang jadi. Jadi, saya katakan kalau perjalanan partai itu normal, idealnya itu ketua partai yang menjadi calon," jelas Idrus saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Namun, menurut dia, jika memang elektabilitas Yance belum tinggi ada sesuatu yang salah di partai. Padahal, kerja-kerja politik Yance sudah cukup bagus sehingga tidak ada keraguan dalam memilih dia.

"Kami punya keyakinan Pak Yance ini sudah turun dari desa ke desa ini. Masa sih rakyat tidak tergerak hatinya," kata Idrus.

Dia mengemukakan, DPP Partai Golkar terutama untuk Pilgub Jawa Barat memprioritaskan kadernya yang dicalonkan. Meski begitu, karena belum ada penetapan, pihak di luar partai masih terbuka kemungkinan untuk turut bersaing.

"Sepanjang belum diambil keputusan, kan tetap terbuka. Tapi kami punya keyakinan kerja-kerja politik Pak Yance sangat efektif untuk menaikkan elektabilitasnya," kata Idrus.

DPP Partai Golkar masih menuggu sejauh mana tingkat elektabilitas Yance. Termasuk DPP belum bisa memastikan untuk sesegera mungkin mendeklarasikan siapa yang akan diusung seperti PKS yang mengusung kembali Ahmad Heryawan.

"Belum (deklarasi penetapan). Tetapi kami punya keyakinan Pak Yance punya peluang," kata tambah dia.


Sumber:INILAH.COM
»»  Lihat Selengkapnya...

Menetapkan Capres, Memenangkan Pilpres

Pidato Pembukaan Rapimnas III Partai Golkar 2012. Hotel Aston Bogor, 29 Juni 2012



Yang saya hormati  :
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Sdr. Dr. Akbar Tandjung, beserta seluruh anggota Wantim DPP Partai Golkar.
Para Wakil Ketua Umum,  dan segenap Pengurus DPP Partai Golkar,
Ketua Umum Ormas Pendiri, didirikan dan organisasi sayap Partai Golkar,
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi se Indonesia,
Peserta, Peninjau Rapimnas dan para undangan yang berbahagia,
Asalamu’alaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera bagi kita semua,
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, bahwa pada hari yang berbahagia ini, kita diberikan karunia dan kesempatan untuk menjalankan agenda organisasi Partai Golkar yakni Rapat Pimpinan Nasional  III Partai Golkar, sebagai forum yang sangat strategis dalam menentukan masa depan Partai Golkar untuk kembali memimpin bangsa Indonesia.
Tidak terasa, kita telah berada pada pertengahan periode kepengurusan DPP Partai Golkar Hasil Munas VIII Partai Golkar 2009 di Pekanbaru, suatu fase yang menentukan perjalanan perjuangan Partai Golkar ke depan. Dan pada saat ini, kita tengah melaksanakan Rapimnas III Partai Golkar. Rapimnas III ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapimnas II Partai Golkar  Tahun 2011 yang telah mengambil keputusan bahwa, penetapan dan pengukuhan Ir. H. Aburizal Bakrie (Ketua Umum DPP Partai Golkar) sebagai Calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Golkar dalam Rapimnas III  yang dilaksanakan selambat-lambatnya pada bulan Juni tahun 2012. Karena itu, maka agenda pokok Rapimnas III ini, tanpa mengesampingkan agenda-agenda penting lainnya, adalah pengukuhan Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir. H. Aburizal Bakrie sebagai calon presiden Republik Indonesia dari Partai Golkar.
Para Peserta, Peninjau dan  hadirin yang saya muliakan,
Rapimnas III Partai Golkar ini memiliki makna yang sangat strategis bagi Partai Golkar dalam memantapkan posisi sebagai partai modern yang sangat konsisten dalam membangun tradisi politik yang demokratis. Sebagai partai yang memiliki tradisi demokrasi, penetapan dan pengukuhan calon presiden dari Partai Golkar dilakukan secara demokratis, melalui mekanisme yang diatur dalam konstitusi partai, dengan secara sungguh-sungguh memperhatikan aspirasi kader dan rakyat, sebagimana tercermin dalam berbagai hasil survei.
Penetapan dan pengukuhan calon presiden dari Partai Golkar pada Rapimnas III ini dikaitkan dengan evaluasi secara mendalam terhadap pengalaman perjalanan sejarah Partai Golkar selama ini, yang membutuhkan suatu strategi komprehensif  yang berorientasi dan fokus pada pemenangan Pemilu Presiden 2014.
Strategi tersebut tidak dapat dilepaskan dari realitas politik bahwa sepanjang pengalaman kompetisi politik Partai Golkar di era Reformasi ini, Partai Golkarhanya pernah sekali memenangkan pemilu legislatif, yakni Pemilu 2004 pada masa kepemimpinan Sdr. Akbar Tandjung, dengan prosentase dukungan suara mencapai 21%. Namun, kita juga mencatat bahwa, selama era Reformasi ini Partai Golkar belum pernah berhasil memenangkan pemilu presiden.
Betapapun demikian, saya haqqul-yaqin, bahwa setiap periode kepemimpinan Partai Golkar, telah berusaha sekuat-kuatnya untuk memenangkan Partai Golkar dalam setiap eventpemilu, dengan memanfaatkan segala potensi dan sumberdaya yang dimilikinya. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk belajar dari pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu kita jadikan referensi untuk meraih masa depan. Pengalaman masa lalu, apabila dipelajari secara saksama berlandaskan kemurnian nurani dan ketulusan akal budi, maka Insya Allah, akan menuntun kita untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan kita, sekaligus merumuskan strategi pemecahan yang setepat-tepatnya.
Para Peserta, Peninjau dan  hadirin yang saya muliakan,
Terhadap realitas capaian elektoral Partai Golkar selama ini, kita telah melakukan evaluasi secara kritis dan mendasar, untuk tidak ingin kesalahan  langkah politik yang telah terjadi terulang kembali. Khusus menyangkut pengalaman Partai Golkar yang belum berhasil memenangkan pemilu presiden dalam tiga kali pemilu era Reformasi, secara internal saya mengidentifikasi beberapa pelajaran penting, antara lain :
Pertama, Penetapan calon presiden yang dilakukan setelah pemilihan umum legislatif, saya pandang sangat terlambat, karena tidak tersedia waktu yang cukup untuk mengoperasikan seluruh strategi pemenangan, secanggih apapun strategi yang kita miliki. Jarak waktu yang terlampau pendek, yakni hanya tiga atau empat bulan saja antara pemilu legislatif dan pemilu presiden, tidak memberikan peluang bagi kita untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas calon presiden sebagai prasyarat utama pemenangan pemilu presiden.
Kedua, memudarnya daya juang dan sekaligus soliditas internal partai, karena terlalu banyaknya skenario politik yang dikembangkan dengan tujuan dan target yang berbeda-beda, sehingga tidak fokus,  banyak waktu dan kesempatan yang terbuang, serta energi yang terkuras percuma. Dengan kata lain, proses politik yang terjadi tidak produktif dan tidak konstruktif karena terbelenggu oleh  banyaknya skenario politik dengan segala implikasinya, sehingga justru kontraproduktif bagi pemenangan Pilpres yang menjadi target politik Partai. Karenanya, kita tidak ingin bila fokus dan konsentrasi kita terpecah, tidak ingin soliditas kita terganggu, dan pada akhirnya kita tidak ingin terlambat untuk memutuskan calon presiden dari Partai Golkar. Sehingga kita dapat memastikan hanya ada satu skenario politik menuju kemenangan pada Pemilu Presiden 2014.
Ketiga, kita juga mengevaluasi tidak berfungsinya organisasi partai sebagai mesin politik yang efektif. Fenomena ini selain terkait dengan lemahnya soliditas internal partai, merosotnya daya juang ideologis partai, juga terkait dengan lemahnya kelembagaan politik Partai Golkar, terutama dalam konteks penguatan jaringan dan militansi kader. Karena itulah, pemahaman dan penghayatan terhadap ideologi Partai Golkar yang terkristalisasi dalam Doktrin Karya-kekaryaan dan Karya Siaga Gatra Praja, agar benar-benar memberi inspirasi untuk membangkitkan semangat juang dan soliditas partai, meningkatkan kapasitas organisasi dan jaringan partai, yang pada akhirnya menggerakkan mesin politik partai secara efektif, guna mencapai target dan tujuan partai. Pergerakan partai sebagai mesin politik yang didasarkan pada cita-cita dan ideologi politik, tidak akan berhenti sampai cita-cita itu terwujud.
Dalam kerangka itu semua, maka Rapimnas III ini, selain mengagendakan secara khusus pengukuhan calon presiden, juga akan membahas penetapan Program Pemenangan Pemilu Presiden 2014 dan Penetapan Pokok-pokok Program Calon Presiden RI dari Partai Golkar. Dengan demikian, kita memiliki sekurang-kurangnya delapan belas bulan untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka memenangkan Pilpres tahun 2014. Terkait dengan hal ini,  sejak bulan Februari yang lalu, saya telah melakukan road show dari desa ke desa untuk meningkatkan elektabilitas Partai Golkar dan elektabilitas figur calon presiden RI dari Partai Golkar dalam satu kesatuan yang utuh yang kita sebut one united campaign”. Saudara-saudara akan melihat sendiri rekaman road show di berbagai daerah yang menunjukkan antusiasme dan dukungan masyarakat terutama kaum muda dan pemilih pemula.
Para Peserta, Peninjau, dan  hadirin yang saya muliakan,
Sejak Munas VIII Partai Golkar  tahun 2009, kita telah bertekad untuk merebut kembali kemenangan dan kejayaan Partai Golkar melalui implementasi CATUR SUKSES Partai Golkar, yakni Sukses Konsolidasi dan Pengembangan Partai; Sukses Kaderisasi dan Regenerasi; Sukses Kemandirian,  Demokrasi dan Pembangunan yang Berkesejahteraan; dan Sukses Pemilu 2009-2014.
Sejauh ini, kita telah melaksanakan dan akan terus memantapkan konsolidasi, memperkuat kaderisasi, menegaskan Partai Golkar sebagai the party of ideas, serta melakukan langkah-langkah konstruktif dan terukur baik di level grass root, internal Partai, maupun di lembaga-lembaga politik kenegaraan seperti di DPR dan pemerintahan. Semua itu merupakan satu kesatuan untuk menampilkan citra terbaik Partai Golkar, sebagai partai modern, demokratis, serta memiliki komitmen dan konsistensi terhadap motto Partai Golkar “Suara Golkar, Suara Rakyat” melalui Gerakan Karya Kekaryaan.
Kita patut bersyukur bahwa melalui kerja keras kita bersama, kita telah meraih kemenangan 59% dari Pemilukada di seluruh tanah air, melebihi target yang ditetapkan dalam Rapimnas I Partai Golkar pada bulan Februari 2010 sebesar 50%. Kita juga patut bersyukur bahwa Partai Golkar merupakan partai yang dikenal memiliki soliditas yang tinggi. Di tengah-tengah berbagai sorotan publik yang negatif terhadap partai-partai politik, alhamdulillah Partai Golkar tidak termasuk yang banyak disorot. Bahkan, kita boleh berbangga diri dengan berbagai hasil survei yang memposisikan Partai Golkar berada di urutan pertama, apabila pemilu legislatif dilakukan pada saat ini. Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), misalnya Partai Golkar menempati urutan pertama dengan perolehan dukungan sebesar 23%, selanjutnya PDIP (19,6%) dan Partai Demokrat dengan prosentase 10,7%. Sementara hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Partai Golkar memperoleh dukungan 20,9%, disusul PDIP 14% dan Partai Demokrat 11,3%.
Sementara itu, tingkat elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Golkar sebagai calon presiden RI dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, juga menunjukkan perkembangan yang signifikan, tren yang selalu meningkat. Pada survei terakhir yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, elektabilitas Aburizal Bakrie telah mencapai 17,5%, selisih beberapa persen lagi, dari prosentase dukungan ke Partai Golkar sebesar 20,9%. Ini baru langkah permulaan yang memberikan optimisme kita semua, dan dengan kerja keras kita semua, maka Insya Allahelektabilitas tersebut akan terus meningkat.
Para Peserta, Peninjau, dan  hadirin yang saya muliakan,
Hasil-hasil survei itu menegaskan bahwa upaya kita semua dalam berjuang bersama-sama, melakukan konsolidasi dan penguatan kelembagaan partai, penguatan kader, optimalisasi Gerakan Karya Kekaryaan melalui program elektoral, telah menuai hasil sementara yang signifikan.     Tentu saja hasil-hasil survei tersebut membanggakan kita semua, namun saya mengingatkan agar kita semua tidak terlena, tidak lupa diri, melainkan kita semua harus terus meningkatkan kerja keras kita agar apa yang diprediksikan melalui survei-survei ilmiah tersebut, benar-benar menjadi kenyataan, dan bahkan prosentasenya lebih tinggi lagi, sehingga partai kita memenangkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.
Dalam berbagai kesempatan saya mengingatkan agar kita lebih mawas diri, sebab semakin tinggi dan rimbun pohon beringin kita, maka semakin kencang angin yang menerpanya. Artinya, dalam iklim kompetisi politik yang keras dan dinamis ini, kita harus terus-menerus meningkatkan kualitas soliditas kita semua, agar tidak mudah diadudomba, dipecahbelah, dan dihancurkan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Partai Golkar besar dan jaya. Sebaliknya, manakala kita solid dan bersatu, maka Partai Golkar akan tetap kuat, dan sebesar apapun angin bertiup, tidak akan dapat merobohkan pohon beringin kita, apalagi akar-akar pohonnya telah menancap kokoh, yang bermakna bahwa Partai Golkar telah benar-benar mengakar dan ada di hati rakyat.
Sebagai partai yang berorientasi Karya Kekaryaan, kita harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Partai Golkar dengan semangat dan etos Karya Kekaryaan pula. Artinya, di tengah-tengah iklim kompetisi politik yang keras dan dinamis, di tengah-tengah merebaknya persaingan politik yang cenderung mengedepankan pragmatisme-transaksional, intrik dan politiking, bahkan kegaduhan politik, kita harus mampu menciptakan peluang dan momentum untuk senantiasa meyakinkan rakyat, bahwa Partai Golkar berbeda dengan yang lain. Caranya, adalah konsisten mengedepankan prinsip berkarya untuk rakyat dan bangsa, tiada hari tanpa karya, yang dalam bahasa agama, kita harus istiqomah dalam amal shaleh. Partai Golkar sebagai the party of ideas juga memberikan pesan kepada kita semua untuk mengedepankan ide dan gagasan sebagai instrumen politik. Kita harus tampil konsisten sebagai solusi terhadap semua masalah bangsa. Partai Golkar harus menjadi the part of solution, bukan the part of problem.
Para Peserta, Peninjau, dan  hadirin yang saya muliakan,
Kita harus bangun Partai Golkar sebagai partai modern yang memiliki sistem yang baik dan jaringan yang kuat serta mengakar, memiliki kader-kader yang andal dan militan yang dihasilkan dari implementasi sistem perkaderan yang kita bangun, memiliki wibawa dan citra yang baik di mata rakyat, dan jiwa kepemimpinan yang terekspresikan dalam segenap pengurus dan kader-kadernya dalam mengelola Partai Golkar sebagai partai modern, yang tidak terjebak pada pemikiran  jangka pendek, tetapi justru fokus pada persoalan-persoalan mendasar dan jangka panjang. Dalam kerangka itulah, Partai Golkar menetapkan suatuBlue-Print Pembangunan Nasional Menyongsong 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia, tahun 2045.
Baru-baru ini kita sama-sama mencermati publikasi The Fund for Peace yang menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 174 negara Index Negara Gagal. Terlepas dari metodologi dan parameter yang digunakan,  publikasi Index Negara Gagal tersebut hendaknya dimaknai sebagai warning dan cambuk untuk kita dalam berkarya untuk memajukan bangsa.  Kita tidak boleh berpuas diri dengan kondisi yang kita alami saat ini. Publikasi tersebut tidak perlu kita jadikan alasan untuk mendiskreditkan pihak lain, terutama pemerintahan SBY-Boediono. Namun, justru kita pandang sebagai peluang bagi Partai Golkar untuk terus bekerjasama dengan pemerintah guna mencari terobosan-terobosan demi memulihkan situasi sosial, ekonomi, politik dan budaya bangsa, kini dan masa depan.
Partai Golkar ingin mengajak  bangsa ini untuk menatap jauh ke depan, yakni Menyongsong 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia melalui suatu blue-print visi pembangunan nasional. Visi tersebut secara tegas mengacu kepada alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Pemerintahan negara dibentuk untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”
Sangat terang-benderang bagi kita, bahwa cita-cita Indonesia Merdeka adalah terwujudnya Negara Kesejahteraan, yakni Indonesia yang mandiri, maju, kuat, adil dan sejahtera. Indonesia yang mandiri merupakan ekspresi kemampuan bangsa untuk secara otonom menentukan arah dan prioritas kebijakannya. Juga kemampuan bangsa untuk memenuhi berbagai kebutuhan rakyatnya secara mandiri,
Kemandirian bangsa di berbagai bidang hendaknya ditopang dengan terwujudnya keadilan. Indonesia yang maju, kuat, mandiri dan adil merupakan prasyarat bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat. Indonesia yang sejahtera akan tercapai jika manusianya memiliki kualitas sumber daya yang tinggi, memiliki sistem pertahanan yang tangguh, mandiri dalam memenuhi kebutuhannya sendiri serta terbebas dari berbagai ancaman dan tindak diskriminasi.
Itulah sekilas gambaran visi-misi kita untuk membangun kemandirin bangsa dan kesejahteraan rakyat sebagaimana tercantum dalam blue print Partai Golkar tentang Pembangunan Nasional. Visi-misi itu hanya bisa dilaksanakan secara efektif bilamana kita memenangkan Pileg dan Pilpres 2014.
Apakah Saudara-saudara siap ?
Sekali lagi, apakah siap ?  Terima kasih.
Peserta, Peninjau Rapimnas dan hadirin yang saya muliakan,
Akhirnya, saya sampaikan terima kasih  atas kebersamaan dan kerjasama kita semua selama ini, segenap keluarga besar Partai Golkar, khususnya Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar dengan segenap anggotanya, segenap Pengurus DPP,  DPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, serta Ormas Keluarga Besar Partai Golkar. Partai Golkar maju  karena adanya sistim yang kuat dengan didukung oleh kepemimpinan kolektif dari kita semua. Prestasi politik yang dicapai seperti yang ditunjukkan oleh hasil survei, adalah hasil kerja keras kita semua untuk memenangkan seluruh kompetisi politik demi terwujudnya cita-cita kelahiran Partai Golkar. Maju Golongan Karya, Maju Bangsa Indonesia.
Sebagai penutup, saya ingin memberikan hadiah berupa pantun kepada seluruh peserta Rapimnas III Partai Golkar :
DARA MENARI MEMAKAI KIPAS
KIPAS INDAH BERHIASKAN EMAS
PARTAI GOLKAR GELAR RAPIMNAS
AGAR SIKAP PARTAI MAKIN TEGAS
JALAN-JALAN KE PULAU BINTAN
TIDAK LUPA MEMBELI IKAN
CAPRES GOLKAR SIAP DITETAPKAN
AGAR MESIN PARTAI CEPAT DIGERAKKAN
Akhirnya, dengan mengucap Bismillahirrahmaanir rahiim, Rapimnas III Partai Golkar Tahun 2012 ini, secara resmi saya nyatakan dibuka. Selamat melakukan Rapimnas III Partai Golkar, semoga menghasilkan keputusan-keputusan yang penting dan mendasar bagi kemajuan, kebesaran dan kejayaan Partai Golkar.
Terima kasih, dan mohon maaf atas segala kekuarangan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
»»  Lihat Selengkapnya...

Minggu, 10 Juni 2012

Jabar Butuh Sosok Tegas, Pemberani Dan Religius


Tantangan yang dihadapi Propinsi Jawa Barat di masa mendatang sangat  banyak. Oleh karena itu Jawa Barat membutuhkan sosok pemimpin yang punya karakter khusus. Pemimpin itu harus punya sikap tegas, pemberani, cerdas tapi religius
Ketua AMPG Jawa Barat H.Rahmat Sulaeman mengungkapkan, selain ketiga syarat tersebut, pemimpin tersebut harus terbukti punya pengalaman mensejahterakan masyarakat. " Dan semua itu hanya ada dalam diri Kang Yance. " ujar Rahmat yang akrab dipanggil dengan Rasul tersebut.
Diungkapkan Rasul,  selama menjabat sebagai Bupati Indramayu, Kang Yangce telah membuktikan diri sebagai seorang inovator dengan program "Remaja"-nya. Meski tak harus sama, namun gagasan-gagasan dan inovasi Kang Yance sangat dibutuhkan untuk membangun propinsi Jawa Barat.
Meski terkadang karakter Kang Yance terlihat sangat lugas, namun Kang Yance merupakan sosok yang punya prinsip. Bahkan sikap lugas dan tegas ini terkadang melampui perkiraan banyak orang. " Banyak gagasan yang luar biasa, yang kadang tidak sempat terpikir oleh banyak orang. " tandas Rasul
Mengatakan “ Kang Yance adalah seorang yang tegas, berani,  cerdas dan revolusioner ( pembawa perubahan. red), Jawa barat membutuhkan figur Gubernur yang seperti Kang Yance yang berani, merancang inovasi-inovasi baru yang ternyata berhasil “ kata Rasul, Rasul Menambahkan, keberhasilan Kang Yance terbukti selama kang Yance memimpin Indramayu, dengan inovasi –inovasi  yang cerdas , Kang yance menerapkan sistem dan mengukur data kemiskinan di indramayu, dalam programnya, Kang Yance menerapkan bahwa disetiap desa harus didirikan lumbung padi / beras, jadi apabila ada rakyatnya yang kelaparan dan apabila ada rakyatnya yang meninggal karena kekurangan gizi, maka yang disalahkan adalah pihak desa.
“ Jawa Barat ini tidak membutuhkan pemimpin copy paste (peniru red.), harus mempunyai gagasan-gagasan yang cerdas demi rakyatnya, harus ada yang berani dan membawa daerah dan rakyatnya menjadi lebih baik dan sejahtera“ tegas Rasul.

Sumber: http://www.kangyance.com/berita/Jabar-butuh-sosok-tegas-pemberani-dan-religius
»»  Lihat Selengkapnya...

Kang Yance Minta Restu


Kang Yance selalu menjunjung ajaran untuk menghormati orang yang lebih tua. Salah satunya yang beliau amalkan adalah menghormati para kyai atau pemuka agama. Hal ini terlihat ketika beberapa waktu yang lalu Kang Yance bertemu serta bersilaturahmi dengan KH. Hasan yang juga merupakan sesepuh dan pengurus Ponpes Benda Kerep. Layaknya seorang anak kedatangan Kang Yance yang di dampingi oleh Sekretaris DPD Golkar Cirebon, Ir. Toto Sunanto ke Ponpes tersebut untuk meminta doa restu untuk mendapatkan yang terbaik. Sementara pihak Ponpes yang diwakili oleh putra sesepuh Benda Kerep, Muhtadi Mubarok menjelaskan,”mudah-mudahan kedatangan Kang Yance bisa memberikan manfaat baik untuk semua”, jelasnya.
Kedatangan Kang Yance ke Ponpes Benda Kerep ternyata juga menyita perhatian warga masyarakat, tak sedikit warga masyarakat yang mengenal sosok Kang Yance, “kalau tidak salah beliau itu mantan Bupati Indramayu ya”, tutur salah seorang warga. Menurut warga, Kang Yance pantas untuk menjadi Gubernur Jawa Barat, “lihat saja keberhasilan Indramayu sekarang, itu hasil kerja keras beliau”, tutur warga. Warga menilai keberhasilannya dalam mempimpin Indramayu bisa menjadi contoh yang dapat diterapkan untuk membangun seluruh Jawa Barat.

»»  Lihat Selengkapnya...

Yance Siapkan Strategi Menangkan Pilkada Jabar 2013

RMOL. Meski berada di posisi tiga dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkait Pilkada Jawa Barat, namun Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Irianto Mahfudz Sidik Syafiudin mengaku tidak gentar dan tidak kecil hati.

Yance, sapaan akrab dari Ketua Golkar Jabar menyatakan tidak merasa terpengaruh atas hasil tersebut, yang menyatakan Yance berada di posisi 3 dengan raihan 7,1 persen, membayangi Ahmad Heryawan 7,7 persen dan Dede Yusuf 41,4 persen.

"Hasil survei kemarin tidak terlalu berpengaruh untuk saya dan partai saya, karena saya optimis dengan kerja politik melalui silaturahmi dan sosialisasi," ungkap Yance, beberapa saat lalu (Minggu, 8/6).

Yance menyatakan, terlepas hasil tersebut adalah sebuah pesanan atau bukan, dirinya percaya dengan kerja keras selama satu tahun kemarin ada hasilnya.

"Saya terima kasih kepada masyarakat yang percaya dan memilih saya, itu bukti kerja keras saya yang diridhoi Allah SWT," ungkap Yance.

Yance juga bertekad akan memaksimalkan pergerakan di bawah, dan menyiapkan strategi menangkan Pilkada Jabar 2013.

"Kita akan terus bersemangat untuk berjuang agar meraih suara sebanyak-banyaknya, dengan mengunjungi grass root," demikian Yance.


Sumber: RMOL
»»  Lihat Selengkapnya...

Kang Yance Harapan Baru Masyarakat Jawa Barat

Amanah masyarakat Jawa Barat untuk Dr H Irianto MS Syafiuddin, yang akrab disapa Kang Yance memimpin Jabar, akan menjadi kekuatan dan harapan baru. Tidak hanya akan membawa angin segar perubahan, namun juga Kang Yance adalah figur pemimpin yang didambakan rakyat kecil.

Betapa tidak, mantan bupati Indramayu dua periode itu, sangat dicintai masyarakat Kabupaten Indramayu. Banyak yang telah dilakukan dan diperbuat oleh seorang Yance dalam menjalankan pemerintahan, demi kesejahteraan masyarakatnya.

Kang Yance saat menjadi bupati, lebih memilih pendekatan persuasif untuk merelokasi pedagang kaki lima dari kawasan Alun-alun pendopo Indramayu ke pinggir kali Cimanuk. Ia pun mengundang makan para pedagang ke pendopo dan mengajak berdiskusi dengan pendekatan 'hati'. Sehingga, akhirnya mereka pindah secara sukarela. Tidak ada gejolak atau penggusuran paksa, dengan menurunkan Satpol PP saat merelokasi para pedagang pada saat itu.

Kang Yance juga berani menolak keinginan para pejabat pusat, untuk mengunjungi daerahnya Kabupaten Indramayu, kalau tidak membawa manfaat buat masyarakatnya. Penolakannya itu juga membuat sejumlah pejabat pusat 'marah', sehingga seringkali dia berseteru dengan pemimpinnya. Sehingga banyak media massa yang menulisnya dan hal itu justru yang mengangkat namanya.

Kang Yance juga menepati janjinya saat dirinya berkampanye sebelum menjadi bupati. Bahwa dirinya akan terus membawa masyarakat Indramayu pada penegakan ajaran-ajaran syariat Islam. Meski Kang Yance berasal dari partai nasionalis seperti Partai Golkar, namun kebijakan-kebijakannya pro rakyat dan pro syariat Islam. Kang Yance melakukan gebrakan dan mengambil kebijakan-kebijakan yang strategis, untuk meredam peredaran minuman keras, mengurangi image 'Rangda Cilik Turunan Indramayu' (RCTI), dan lainnya.

Peraturan daerah (Perda) untuk larangan peredaran minuman beralkohol di wilayah Kabupaten Indramayu, yang dibuatnya pun banyak menuai kontroversi. 
Bahkan Menteri Dalam Negeri pun sampai kalang kabut, dan meminta untuk mencabut Perda larangan minuman keras tersebut. Namun, dengan kekuatan para alim ulama dan rakyatnya, Perda larangan minuman keras itu, kini masih terus dipertahankan.

Dan masih banyak lainnya yang telah dilakukan oleh Kang Yance, sebagai tokoh pemimpin dari Indramayu yang membawa angin segar itu. Seperti yang telah dilakukannya untuk membangun masyarakat Jawa Barat lebih agamis. Kang Yance membentuk dan membawa Forum Silaturahmi Dai dan Daiyah Jawa Barat (Forsida Jabar) untuk memberdayakan para ustad dan ustadzah lebih berperan dalam masyarakat..

Forsida dibentuk, karena Kang Yance melihat, meski banyak para ulama dan para ustad, masih banyak yang kurang diperhatikan oleh pemerintah. Sehingga, untuk membina  masyarakat Jabar masih jauh dari harapan. Tindakan Kang Yance membentuk Forsida tersebut, tidak hanya melambungkan namanya dikalangan alim ulama, santri, ustad dan kalangan pesantren. Namun juga, telah mendekatkan Kang Yance sebagai simbol perlawanan rakyat dari kalangan santri, umat islam, guru-guru madrasah, dan pesantren, untuk memperhatikan nasibnya. Sehingga justru, kalangan pesantren dan ulama itu mengatakan bahwa mereka saat ini bersedia untuk membela Kang Yance, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Kang Yance, adalah seorang pemimpin yang tidak pernah mengatakan, kalau dirinya pro rakyat. Akan tetapi, Kang Yance menunjukkannya dengan tindakan. Kang Yance sangat populer dimata rakyat dan kaum kecil. Meski tidak populer dimata  para pejabat pusat. Karena yang Kang Yance lakukan, Ia selalu membawa //duit// pecahan puluhan ribu dan dua puluhan ribuan, untuk memberi makan untuk rakyat kecil yang ditemuinya.

Apakah sosok Kang Yance juga adalah seorang yang ambisius ? Jawabannya, tidak ! "Karena, saya tidak akan mengajukan diri menjadi calon gubernur Jabar, kalau tidak ada dukungan rakyat dan alim ulama," kata Dr H Irianto MS Syafiuddin, pada suatu kesempatan.

Dan itulah yang terjadi, sosok Kang Yance sampai kini terus di Partai Golkar. Karena yang Ia lakukan, semata untuk menyejahterakan masyarakat. Selain sebagai dirinya selaku ketua Partai Golkar Jabar, maka membesarkan partai, baginya adalah wajib dilakukan. Sehingga dia tidak pernah gentar untuk selangkah mundur, untuk kabur dari Partai Golkar. "Meski halilintar menggelagar, api berkobar membakar, saya tetap pilih Partai Golkar," ujar Kang Yance, sesaat dirinya dipecat dari Partai Golkar oleh DPP Golkar, meski untuk kemudian Ia diangkat lagi dan terpilih menjadi Ketua Golkar Jabar.

Kang Yance, mungkin oleh orangtuanya akan dilarang, karena dirinya masuk dan memimpin Partai Golkar. Karena, ayahandanya sebagai seorang Mursyid dan pemimpin pergerakan Hissbullah pada zaman pergerakan, mengingkan Kang Yance selaku anaknya menjadi tokoh yang taat pada ajaran-Nya dan bermanfaat bagi umat.

"Namun, bagi saya, partai politik bukanlah urusan akhirat. Namun, partai semata-mata adalah urusan duniawi. Sehingga, apapun yang saya lakukan, yang terpenting bermanfaat bagi masyarakat dan orang lain, saya akan lakukan. Karena yang saya lakukan ini, semata saya hanya ingin diberikan yang terbaik," ujar Kang Yance.

Dan Kang Yance kalau menjadi pemimpin di Jabar nanti, banyak tantangan yang harus dihadapi. Kesejahteraan masyarakat Jabar yang masih jauh dari harapan, pembangunan yang masih belum merata, kesejahteraan para guru madrasah, guru honorer, imam masjid, ustad dam lainnya, haruslah menjadi perhatinnya. Selain tentunya, membenahi sistem birokrasi yang harus berpacu demi rakyat. Semoga Allah SWT melancarkan jalan untuknya. 
Amiin.
»»  Lihat Selengkapnya...

Kamis, 07 Juni 2012

Golkar Tak Kaget Jadi Teratas dalam Survei PDIP

RMOL. Hasil survei internal PDI Perjuangan menunjukkan, kalau pemilu dilakukan saat ini maka mayoritas pemuda bakal memilih Partai Golkar.  Bagi Golkar, hasil survei ini tak mengagetkan sama sekali.

"Semua survei, tiga bulan belakangan, menempatkan Golkar pada posisi teratas. Dan kami tidak kaget walau tetap menyambut hasil tersebut dengan suka cita," kata Wasekjen Partai Golkar, Tantowi Yahya kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 7/6).

PDI Perjuangan menggelar survei dengan populasi survei adalah pemuda Indonesia, yakni mereka yang berusia di bawah 30 tahun sesuai dengan UU Pemuda. Sebanyak 15,8 persen memilih Golkar kalau pemilu legislatif diadakan hari ini, lalu diusul PDI P, Gerindra dan Demokrat dengan masing-masing responden sebesar 13,9 persen, 9,9 persen dam 6,8 persen.

Menurut Tantowi, perolehan tingkat teratas tak lain karena partainya berinteraksi langsung dengan masyarakat, tak terkecuali pemuda.

"Itu hasil dari kampanye permanen yang kami lakukan, serta gerakan turun ke masyarakat di bawah payung karya kekaryaan dari pengurus partai, anggota DPR sampai ketua umum," terangnya.

Dengan hasil survei ini, aku Tantowi, partai Golkar optimis bisa menang pemilu mendatang, dengan tentunya tidak terlena oleh keadaan saat ini.


Sumber: RMOL
»»  Lihat Selengkapnya...

DPD Golkar se-Jabar Tandatangani Prasasti Dukung Yance

Langkah Dr H Irianto MS Syafiuddin (Kang Yance) menjadi kandidat gubernur Jawa Barat dari Golkar, sepertinya akan berjalan mulus. Buktinya, DPD Golkar Kota/Kabupaten se-Jabar sudah tegas menyatakan dukungannya.


SEBANYAK 26 Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar Kota/Kabupaten, dan 20 Dewan Penasehat Partai Golkar se-Jawa Barat (Jabar), menggelar silaturahmi dan rapat kosultasi, di Kantor DPD Partai Golkar Jabar, belum lama ini.

Rapat konsultasi dan silaturahmi ini dipimpin Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dr H Irianto MS Syafiuddin (Kang Yance). Ada sekitar seratus orang pengurus DPD Partai Golkar tingkat I Jabar yang hadir. Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk mendukung pencalonan Kang Yance sebagai calon Gubernur Jabar pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar, yang akan dihelat Februari 2013 mendatang.

Sebagai bentuk keseriusan untuk mendukung Kang Yance, para ketua DPD Golkar Kota/ Kabupaten, Dewan Penasehat dan pengurus DPD Partai Golkar Tingkat I Jabar, melakukan penandatanganan prasasti mendukung pencalonan mantan Bupati Indramayu sebagai calon tunggal Gubernur Jabar.

Mantan Ketua DPD Partai Golkar Jabar, H Uu Rukmana yang semula dinilai tak menyetujui Kang Yance untuk maju sebagai Jabar Satu, akhirnya mau menandatangani prasasti dukungan. Bahkan, dia dengan tegas mengatakan akan berjuang sekuat tenaga untuk kemenangan Kang Yance sebagai Gubernur Jabar.

Uu Rukmana juga meminta maaf kepada Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Kang Yance, atas pernyataannya di sejumlah media tentang pencalonan suami Bupati Hj Anna Sophanah itu. Apa yang dilaku kannya, kata Uu, bukan melaku kan penolakan kepada Kang Yance, tetapi karena saying, makanya pencalonan segera diminta ditempuh melalui mekanisme partai.

”Saya pribadi sangat mendukung Kang Yance untuk maju sebagai cagub. Saya menilai, saat ini belum ada figur Golkar, selain Kang Yance yang layak jual di tengah masyarakat,” terang UU, yang juga Dewan Penasehat Golkar Jabar seraya mengajak seluruh pengurus Golkar mulai tingkat desa hingga DPD Jabar bersatu mendukung Kang Yance jadi Gubernur Jabar. 


Sumber: Radar Bogor
»»  Lihat Selengkapnya...

Rabu, 06 Juni 2012

Golkar optimis dulang 35 persen suara di Jabar

CIAMIS – Safari Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie ke Jawa Barat, yakni Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Banjar dan Ciamis mendapat respon positif dari masyarakat setempat.
 
Oleh karena itu, Ical optimistis Golkar akan mendulang suara sebesar 35 persen di provinsi tersebut pada Pemilu 2014 mendatang.
 


"Kalau kita lihat surveinya UNPAD sekarang Golkar nomor 1. Dari sebelumnya 25 persen jadi optimis bisa lebih tinggi lagi, 35 persen tercapai," ungkap Ical saat menggelar pertemuan dengan wartawan di rumah Bupati Ciamis, Jawa Barat, Selasa (29/5).
 
Ical juga yakin Golkar akan menang dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat. Golkar berencana mencalonkan Ketua DPD Golkar Jawa Barat H. Irianto MS Syafiudin atau akrab disapa Kang Yance.
 
"Cagub belum ditetapkan oleh Partai Golkar, tapi engga jauh-jauhlah dari Pak Yance," tegasnya.
 
Selain itu, pria yang kini memiliki singkatan nama ARB itu mengaku senang mengisi kuliah umum kepada mahasiswa di Ciamis, khususnya di Universitas Galuh.
 
"Bagus sekali karena bisa memberikan semangat ke mahasiswa. Bahwa Indonesia masih ada, Indonesia yang tetap dipercaya. Kami minta mereka tidak ikut-ikutan bersikap pesimistis. Tadi saya bilang ke mereka, kalau ada malam, jangan mengeluh tentang gelapnya malam tapi berikan pelita untuk terangi malam," jelasnya.


Sumber: WaspadaOnline
»»  Lihat Selengkapnya...

Puluhan Doktor Jebolan UPI Dukung Yance Jadi Gubernur


Santernya pencalonan Ketua DPD Partai Golkar  Jawa Barat (Jabar), Dr H Irianto MS Syafiuddin  (Kang Yance) sebagai  calon gubernur (cagub) pada pemilihan gubernur (Pilgub),  mengundang perhatian para alumnus Universitas Pendidikan kIndonesia (UPI) Bandung.  Puluhan alumnus bergelar doktor asal Kabupaten Ciamis menyambut baik munculnya nama mantan Bupati Indramayu dalam bursa pencalonan  Jabar Satu. Mereka juga menyatakan kesiapannya untuk menjdi tim relawan, guna kemenangan Kang Yance. 

Puluhan doktor jebolan universitas ternama di Kota Kembang, belum lama ini menyambut kedatangan suami Bupati Indramayu, Hj Anna Sophanah, itu dalam acara silaturahmi  dengan pengasuh Ponpes Nurul Firdaus di Dusun Panongan, Desa Kertaraharja, Kabupaten Ciamis. Perwakilan alumnus UPI Bandung di antaranya Dr Gumilar Dr Erik Kirsnayudha, Dr Wawan Arifien, Dr Any Yuliah, Dr Mustofa Kamal, Dr Momon, Dr Nana Herdiana, Dr Ade Gumilar Iskandar. Selain itu ikut hadir pula  Dr Nizar,  Dr Endjang Naffandi, Dr  Ida Heresia, Dr Widiyanti, dan Dr Jamal. Alasan mendukung Kang Yance, mereka menilai Kang Yance, salah satu kandidat calon gubernur yang memiliki visi dan misi yang jelas."Kalau kita bandingkan dengan cagub lain, Kang Yance lah yang dinilai layak memimpin Jabar Satu mendatang,"terang Dr Gumilar yang juga pendiri Pondok Pesantren Nurul Firdaus. 

Gumilar menegaskan, pihaknya sudah lama menggenal sosok Kang Yance, yaitu semasa menjadi mahasiswa S3 di UPI Bandung. Dua tahun lebih, dokter yang mempunyai ribuan santri itu mengenal Kang Yance, selain pintar dan Kang Yance itu baik dan dengan siapa pun dekat, serta tidak membeda-bedakan antara mahas iswa yang satu dengan yang lainnya.  Dalam diri Kang Yance, kata Gumelar,  beliau memiliki  jiwa kepeminpinan yang kuat serta ide-idenya yang cerdas dalam setiap memecahkan berbagai persoalan.

Konsep -konsep dan program kerjanya, putra kelahiran  Indramayu itu terarah dan selalu didasari dengan logika, serta pemikiran yang tidak asal saja.     Sosok Kang Yance, kata dia, di mata teman- teman doctor selama masa kuliahnya tak diragukan lagi kemampuannya, dan selalu yang terbaik dalam berbagai hal. Tak heran, jika Kang Yance saat itu menjadi doktor lulusan terbaik  UPI Bandung saat itu, sehingga kemamuan untuk memimpin tidak diraguan lagi."Yang jelas dengan kemampuan yang dimilikinya, beliau mampu memimpin Jabar,"terangya. 

Hal senada diungkapkan Dr Any Yuliah. Ia menuturkan, keberhasilan Kang Yance saat menjabat Bupati selama dua periode itu bebas dengan permasalahan kasus hukum atau bebas dari kasus korupsi. Hal itu yang menjadi dasar para doktor di Kabupaten Ciamis, untuk mendukung Kang Yance. Di samping itu, Kang Yance mempunyai nilai jual lebih, jika dibandingkan dengan calon gubernur lainnya.  Kang Yance, lanjut Any, memiliki karakter yang keras tapi memiliki komitmen yang kuat dalam berbagai hal, sehingga itulah yang menjadi modal dasar  untuk menghadapi masyarakat Jabar yang multi karakter. 

Kelebihan Kang Yance, tak pernah putus menjalin tali silahturahmi dengan seluruh kalangan masyarakat, tanpa membedakan kelompok atau golongan mana."Saya optimis Jabar akan maju kalau pemimpinnya mempunyai watak seperti Kang Yance,"ungkapnya. 

»»  Lihat Selengkapnya...

Tiga Ponpes Terbesar di Subang Dukung Yance


Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) Dr H Irianto MS Syafiuddin (Kang Yance) terus mendapat dukungan jadi gubernur Jabar . Dukungan kali ini dari tiga pondok pesantren (ponpes) terbesar di Kabupaten Subang. Yakni, Ponpes Darussalam Desa Kasomalang Wetan dan Majelis Talim Al Muanah Desa Karanganyar, Kecamatan Kasomalang, dan Majelis Talim Desa Sukamelang, Kabupaten Subang. Mereka sepakat untuk mendukung dan sekaligus memenangkan Kang Yance pada pemilihan gubernur (Pilgub) yang akan dihelat 13 Februari 2013 mendatang,

"Kalau kita bandingkan dengan cagub lainnyan, Kang Yance lebih  lebih layak. Pengalaman menjadi Bupati Indramayu selama dua periode sebagai modal dasar untuk pimpin Jabar,"tutur Ketu Majelis Talim Sukamelan, Ustad Deden usai merima silaturahmi Kang Yance, Kamis (10/5).

Pemimpin Jabar ke depan, selain harus mempunyai pengalaman dalam memimpin di lingkungan birokrasi,  juga seorang  pemimpin yang mempunyai komitmen tinggi dalam pembangunan bidang keagaman. Pembangunan keagamaan, kata Deden,  menjadi modal dasar dalam membangun di segala bidang teruitama membangun keimanan di tengah masyarakat. Sebab, keimanan yang bagus akan mendorong pada kemaslahatn umat guna mencari keselamatan baik di dunia maupun di akhirat kelak. 
Semua itu sudah dilakukan Kang Yance saat memimpin Kota Mangga selama dua periode. Hal itu yang mendorong para pengasuh ponpes di Kota Nanas utuk mendukung Kang Yance jadi gubernur."Yang jelas kami sudah bulat mendukung Kang Yance jadi Jabar Satu,"tegas kiyai kharismatik.

Hal senada diungkapkan KH Ahmad Djuanda, pengasuh Ponpes Darussalam.  Ia menjelaskan, pihaknya menyambut baik kedatangan Kang Yance di Ponpes Darussalam. Diakui pimpina ponpes terbesar  di Kabupaten Subang, secara pribadi, ia baru saja mengenal sosok Kang Yance yang sekarang namanya sudah ramai mendapat dukungan dari para ulama se Jabar supaya maju pada Pilgub mendatang. Meski baru mengenal, dirinya bersama ribuan santri sudah sering kali mendengar nama suami dari Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah. Terutama, lanjut KH Ahmad,  kiprahnya di bidang keagamaan, kebijakan beliau saat menjadi buipati di Kota Mangga itu sangat dirsakan oleh para ulama di sana sehingga apa yang menjadi keinginannya selalu mendapat dukungan dari para ulama.

Kebijakan beliau yang sangat menarik para ulama di Subang adalah kebijakan tentang penanaman nilai nilai Islami di kalangan para birokrasi meliputi wajib mengaji lima belas menit bagi pegawai, sebelum melakukan aktivitas. Selain itu bagi pegawai perempuan juga harus memakai kerudung. Kebijakan yang dilakukan beliu itu tergolong berani dan belum ada di kabupaten lain di Jabar. Pihaknya sangat berharap ketika beliau dipercaya memimpin di Jabar, paling tidak bisa diterapkan ditingkat yang lebih tinggi."Itu yang menjadi saya tertarik dan mendoakan supaya beliau terpilih jadi gubernur. Para ulama di Subang sudah sepakat utuk memenangkan Kang Yance jadi Jabar Satu.

»»  Lihat Selengkapnya...

KANG YANCE MEMILIKI KEISTIMEWAAN, KESADARAN LOGIKA DAN ILMIAH PADA PILIHAN CALON GUBERNUR JABAR


Betapa sulitnya mencari sosok pemimpin  dengan semakin banyaknya orang pinter di negeri ini. 
Pertimbangan yang mungkin atas penilaian dengan sudut pandang sebelah sisi. Sedang disisi lain tampak benar betapa pemimpin ideal sulit untuk didapatkan di negeri ini.

Berkenaan dengan pemilukada propinsi Jabar yang akan digelar Maret 2013 masyarakat jabar kelak  dihadapkan pada pilihan untuk menentukan gubernur Jawa Barat 2013-2018.

Sebetulnya ada beberapa aspek dan mungkin komplek menatap dari  sudut pandang apa  mengira-ngira sosok calon gubernur yang memiliki kreteria kemauan rakyat. Tentu yang diharapkan adalah yang dapat diterima oleh aspirasi dari semua kalangan. Banyak  calon yang kini disosialisasikan pada masyarakat luas, namun belum dapat dikenalkan secara utuh.

Penulis tidak berarti membela apa yang akan diketengahkan, tetapi memberikan pencerahan bahwa seorang calon memiliki keistimewaan.

Pandangan penulis adalah sepak terjang yang bersankutan sebagai calon gubernur jabar 2013-2018. Ia berangkat karena amanat masyarakat yang diarapkan untuk tampil memimpin Jawa Barat ke depan. Dasar pertama ini suatu kenyataan yang dipikul dipundaknya. Memimpin propinsi dengan georafis terdekat dengan Ibu Kota Negara.

Amanat masyarakat ini tentu  adalah atas penilaian masyarakat yakni keistimewaan yang dimiliki beliau. Yaitu kejujuran dan mampu dibidangnya (sebaai pemimpin) yang amanah.

Jawa Barat harus dipimpin oleh putra terbaik, dan putra terbaik itu dilihat dari dari semua sudut pandang dan aspirasi masyarakat banyak. DR H IRIANTO MAFUD SIDIK SYAFIUDDIN yang mendapatkan kepercayaan itu. Ia dipercaya karena senantiasa amanah sebagai pemimpin. Semoga Doktor lulusan UPI Bandung ini mau menerima kepercayaan serta amanat rakyat seluruh Jawa Barat untuk tampil sebagai calon gubernur Jawa Barat mendatang.

»»  Lihat Selengkapnya...

Selasa, 05 Juni 2012

Yance Bertekad Perbaiki Jawa Barat


Kuningan News - Memanfaatkan berbagai momentum untuk mencari perhatian dan dukungan masyarakat, terus dilakukan H Iriyanto MS Syafiuddin alias Yance. Sebagai salah seorang BalonGub Jabar, paling bisa meraih simpati dan dukungan masyarakat. Salah satunya saat dirinya menghadiri acara pelantikan Forum Silaturahmi Da’i Da’iyah (Fordisa) Kabupaten Kuningan di balai desa Ciawigebang Kuningan, Minggu (3/6).
Dalam orasinya, Yance secara berterus terang memaparkan niatannya untuk menjadi Gubernur Jawa Barat dan bertekad ingin memperbaiki Provinsi Jawa Barat. Masalah perhatian keagamaan, jangan salahkan Bupati, Gubernur ataupun Presiden.
“Yang jelas ini salah kita yang memilihnya. Untuk itu, saya sudah bertekad untuk memperbaiki Jawa Barat,” ujar Yance di hadapan para Kepala dan Guru MD se Kabupaten Kuningan.
Yance mengatakan, ketika dirinya menjadi Bupati Indramayu tahun 2000, Pemkab Indramayu mewajibkan anak sekolah sebelum belajar agar membaca alqur’an selama 15 menit.
“Saat ini kebetulan isteri saya jadi Bupati Indramayu, untuk zakat saja Pemkab mengeluarkan sebesar 18 miliar untuk masyarakat. Itu dilakukan dalam rangka memberantas kemiskinan dan kebodohan di Indramayu dan semuanya berakar pada masalah akhlak,” kata Mantan Bupati Indramayu itu menjelaskan.
Seraya berkampanye, Yance terus-terusan mengumbar cerita terkait luar biasanya perhatian Pemkab Indramayu terhadap pendidikan agama. Dia menyebutkan, saat ini untuk masalah madrasah, di Indramayu sendiri sudah dianggarkan sejumlah anggaran melalui program BOM (Bantuan Operasional Madrasah).
“Kalau saya nanti jadi Gubernur Jabar, saya gratiskan masyarakat untuk berobat selama seratus hari setelah saya dilantik, termasuk juga wajib belajar saya gratiskan selama seratus hari. Ini bukan kampanye,” janji Yance. 
»»  Lihat Selengkapnya...

Indramayu Kembali Rebut Piala Adipura

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu berhasil merebut kembali Piala Adipura yang kelima kalinya tahun ini. Raihan piala itu didapatkan dalam kategori Kota Kecil. 

Selain Piala Adipura,Pemkab Indramayu juga memboyong Piala Adiwiyata Mandiri yang berhasil diraih SMKN 1 dan Piala Adiwiyata Nasional yang diraih SMAN Krangkeng dan SMPN Unggulan Sindang. Rencananya, penyerahan piala akan dilakukan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Bupati Indramayu Anna Sophanah di Istana Negara, Selasa (5/6), hari ini.

Sementara untuk Piala Adiwiyata akan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA di Hotel Sahid Jaya. Bupati Indramayu Anna Sophanah mengatakan, penghargaan ini merupakan upaya perjuangan yang sungguhsungguh dan kerja keras dari semua pihak. Ini terlihat dari lepasnya Piala Adipura tahun lalu dan berhasil kembali direbut sekarang. Dia berterima kasih kepada seluruh pihak yang bekerja keras untuk bersama-sama menciptakan kebersihan dan kenyamanan di Kabupaten Indramayu.

Termasuk “pasukan kuning” dan para pedagang kaki lima yang telah dengan nyata mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau di Kota Indramayu serta seluruh masyarakat yang ikut mendukung. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada rekanrekan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah,anggota Dewan, alim ulama,tokoh masyarakat, pemuda, LSM, partai politik, dan seluruh stakeholder serta tukang sapu dan pedagang kaki lima,”kata Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan, prestasi yang diraih ini merupakan semangat semua pihak untuk senantiasa mencintai lingkungan, menjaga, dan memeliharanya.“ Prestasi ini merupakan bukti nyata dari perjuangan dan dedikasi semua pihak,”ungkapnya. Sementara itu,Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu Joko Hartawan mengatakan, diraihnya Piala Adipura 2012 tidak terlepas dari peran “pasukan kuning” dalam hal ini petugas kebersihan serta pedagang kaki lima yang selalu menjaga keindahan dan kebersihan kota.

Sumber: seputar-indonesia.com
»»  Lihat Selengkapnya...