Rabu, 11 Juli 2012

Purnawirawan TNI/Polri Dukung Yance Jadi Gubernur Jabar


Purnawirawan TNI-Polri dari kabupaten Cirebon menyatakan  dukungan  terhadap pencalonan kang H Yance sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2O13-2O18.
Selain para pensiunan TNI Polri yang secara gamblang memberikan dukungan terhadap pencalonan kang Yance ,dukungan juga datang dari para Pengusaha dan Ulama dari Ciayumajakuning dan kabupaten Subang.Hal itu terungkap saat mereka melakukan Silaturrahmi dengan kang H Yance di halaman belakang pendopo kabupaten Indramayu Rabu (2/5).
Menurut perwakilan dari para Purnawirawan Letnan Kolonel (Purn) Rahmadi saat memberikan sambutannya dihadapan kang Yance dan ratusan pendukung kang Yance mengatakan,sosok kang Yance adalah pemimpin yang memiliki kemampuan dalam bidang Iptek dan Iptak.
Oleh karenanya kepemimpinan kang Yance itu benar-benar sudah teruji dan terukur. Sehingga tidaklah salah apabila para Purnawirawan kabupaten Cirebon memberikan dukungannya terhadap pencalonan kang Yance sebagai calon Gubernur Jabar. ”Sekalipun kami sudah pensiun, namun semangat juang kami tidak akan pernah putus. ”Tegasnya.
Dikatakan, para Purnawirawan ini berasal dari latar belakang yang berbeda, ada yang dulunya dari Intel, ada juga yang dari Reserse, serta ada pula yang dari bidang lainnya. Sehingga dengan modal yang dimiliki oleh para purnawirawan ini, saya yakin perjuangan untuk mensukseskan kang Yance sebagai Gubernur Jawa Barat ini akan bisa terwujud. Ucapnya penuh optimis.
Sedangkan menurut Encep, Pengusaha asal kabupaten Majalengka mengungkapkan, Majalengka itu memiliki 5 Dapil yakni dari Cikijing sampai Ligung. Dari Lima Dapil yang ada ini menurtnya sudah menyatakan kebulatanya untuk mendukung pencalonan kang Yance sebagai Gubernur Jawa Barat.
Dijelaskan tekad kami dalam memperjuangkan kang Yance tidak akan main-main. Kita akan bahu membahu dalam memperjuangkan kang Yance menuju kursi Jabar 1. Oleh karenanya tekad kami tetap dalam satu kebersamaan untuk menggolkan kang Yance sebagai Gubernur Jawa Barat, tandas pengusaha genteng asal Majalengka tersebut.
Sementara Agus Syaefudin dari Subang mengatakan, sekalipun kami hadir tidak banyak, namun kehadiran kami ini sudah mewakili masyarakat Subang yang lainnya. Oleh karenanya dukungan kami terhadap pencalonan kang Yance sebagai gubernur jawa barat ini tidak akan main-main.katanya.
Sedangkan KH Badruzaman dari Kuningan mengatakan,sosok kang Yance itu adalah seorang pemimpin yang memiliki komitmen yang luar biasa dalam memperjuangkan agama Allah.Memperjuangkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.Hal itu terlihat dari keberhasilannya dalam bidang Religius dan mengedapkan Akhlaqul kharimah selama dirinya memimpin kabupaten Indramayu selama 1O tahun. Terangnya.
Pada kesempatan itu pula, Kiyai muda yang lahir di Garut itu menyatakan kesiapannya untuk melakukan ajakan kepada warga Garut khususnya, dan warga jawa barat pada umumnya untuk memilih kang Yance pada pesta demokrasi rakyat jawa barat jelasnya.Seraya mengingatkan agar komitmen atau janji kang Yance untuk memakmurkan rakyat jawa barat, agar pada saatnya nanti harus benar-benar ditepati. Ujarnya penuh harap.
Lalu apa kata Kang Yance dalam menanggapi soal dukungan terhadap dirinya sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Menurutnya,sebagai insan biasa tentunya saya menyatakan terimakasih atas dukungan itu,hanya saja saya merasa bahwa saya ini tidak memiliki kehebatan apa-apa.Sehingga kadang saya balik bertanya, kenapa sih orang banyak yang mendukung saya. Ujar kang Yance saat memulai sambutannya.
Dikatakan,saat ini dirinya masih belum ditetapkan sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Karena kita masih menunggu dari hasil survey. Oleh karenanya apabila hasil survey ternyata dirinya tidak masuk urutan pertama,maka saya harap para pendukukung saya tidak kecewa. Tetapi sebaliknya, apabila hasil survey tersebut namanya masuk urutan pertama, maka saya minta para pendukung saya untuk segera melakukan Sosialilsasi kepada masyarakat jawa barat.
Karena sejauh ini masih banyak yang mengira bahwa saya itu bukan orang jawa barat.bahkan ada yang menganggap,Yance itu orang Cina. Padahal saya ini asli orang Indramayu jawa barat. Jelasnya.
Lebih jauh kang Yance mengatakan, ketika dirinya terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat, dia berjanji akan mewakafkan dirnya untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat jawa barat. ”Sisa umur yang ada ini, akan saya abdikan sepenuhnya untuk jawa barat. ”Tandasnya seraya dikatakan 1OO hari setelah dirinya dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat, seluruh Puskesmas yang ada di Jawa Barat itu harus sudah gratis.
Kemudian pendidikan juga harus 12 tahun.Sehingga tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Jelas suami Bupati Hj.Anna Sophanah yang pernah menyabet penghargaan peniti emas tersebut.

Sumber: Jabarkita.com
»»  Lihat Selengkapnya...

Ribuan Masyarakat Muslim Pagaden Barat Sambut Kang Yance


Ribuan masyarakat muslim Kecamatan Pagaden Barat sambut kedatangan Bang Madit Kang Yance, calon Gubernur Jawa Barat, saat menghadiri dzikir bersama menyambut datangnya bulan suci ramadhan, yang diselenggarakan Raudlathul Muthmainah, di Lapang Desa Margahayu, Kec. Pagaden Barat, Subang, Kamis malam (05/07/2012).
Kang Yance, yang didampingi Hj Imas Aryumningsih, Wakil Ketua DPD Golkar Propinsi Jawa Barat yang juga dicalonkan menjadi bupati Subang dari partai Golkar. Nampak hadir pula Ketua DPD Golkar Kabupaten Subang, Rumanda SH, serta unsur pengurus partai Golkar Subang lainnya.
Kang Yance, dalam sambutannya mengatakan masyarakat Subang cinta kepada Agama Islam. Di Indramayu warga muslim diwajibkan pake jilbab.
“Semoga progam yang pernah saya lakukan di Indramayu dapat diwujudkan diseluruh Jawa Barat. Yance berharap kedepan subang lebih maju dan lebih baik lagi”, katanya.

Sumber: Jabarkita.com
»»  Lihat Selengkapnya...

Aburizal Bakrie : Optimis Yance Menang


Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir.H Aburizal Bakrie alias bung Ical optimis kader terbaiknya bung Yance akan unggul pada Pemilihan Gubernur Jabar Pebruari 2O13 mendatang.
Pernyataan gamblang Ical itu disampaikan dihadapan ribuan kader Golkar kabupaten Indramayu pada moment temu kader partai golkar kabupaten Indramayu dengan Ketua Umum Partai Golkar di komplek Wisma Haji Kamis (5/7).
Menurut Ical sikap optimis dirinya itu sangatlah beralasan, pasalnya selama satu tahun terakhir ini, Suami bupati Hj.Anna Sophanah itu begitu getol mengunjungi warga jawa barat dari berbagai kalangan, seperti kiyai, ulama, dan elemen masyarakat jawa barat lainnya.
Jadi jangan heran apabila calon gubernur jawa barat dari partai golkar yang populer dan dekat dengan rakyat jawa barat saat ini adalah Yance,jelas Ical disambut tepuk tangan hadirin.
Dijelaskan,upaya dan kerja keras yang dilakukan Yance mengunjungi masyarakat jawa barat adalah modal yang sangat luar biasa bagi kelangsungan dirinya pada pesta demokrasi masyarakat jawa barat. Tentu saja hal itu hendaknya harus mendapat dukungan oleh semua pihak,dari mulai kader partai golkar hingga organisasi sayap.
“Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak,saya optimis Yance akan terpilih sebagai gubernur jabar priode 2O13-2O18 tadas mertua Nia Ramadani tersebut. Seraya ditambahkan, memang surat rekomendasi belum saya tanda tangani, karena ada syarat yang belum dipenuhi Yance, yakni mengirim langsung mangga gedong ke saya bukan Ibu Bupati yang mengirim,candanya.
Calon Presiden dari Partai Golkar itu menambahkan, untuk bisa meraih sukses dalam pilgub jabar, Yance minimalnya harus bisa meraih suara 80 persen untuk Indramayu, kemudian untuk wilayah Cirebon 5O persen suara, dan 3O persen suara dari wilayah Priangan.
Apabila prosentase itu bisa dirah oleh Yance, maka kesuksesan akan kita rasakan bersama. ”Saya minta kader golkar harus dekat dengan rakyat, mengerti akan  kebutuhan rakyat, jangan pada saat kita butuh, baru dekat dengan rakyat, ujar Ical

Sumber: Jabarkita.com
»»  Lihat Selengkapnya...

Sabtu, 30 Juni 2012

Ical: Makin Kokoh Beringin, Makin Keras Angin

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan saat ini partainya semakin kokoh karena faktor dukungan rakyat. Karena itu, dia mengingatkan para kadernya, cobaan dan tantangan akan yang datang semakin besar pula.

"Kita harus mawas diri, semakin tinggi dan rimbun pohon beringin kita maka semakin besar angin yang menerpa," kata Aburizal saat memberikan pidato pengarahan dan membuka Rapimnas III Partai Golkar, di Hotel Aston, Bogor, Jumat 29 Juni 2012.

Ical, sapaan Aburizal, mengatakan sebesar apapun angin yang datang, beringinnya akan tetap kokoh. Golkar tidak akan menghindari embusan angin dan memilih menjadi rumput.

"Kita memilih menjadi pohon. Meski kita tahu jadi rumput tidak diterpa angin, namun rumput diinjak-injak orang," katanya.

Ical meminta kadernya solid. Dengan begitu, sebesar apapun angin bertiup, dia bilang, "Tidak akan bisa merobohkan pohon beringin."

Selain itu Ical juga meminta kadernya tidak terlena hasil survei yang menempatkan partainya di urutan teratas sementara ini. "Melihat pengalaman banyak partai yang bisa menurun dalam waktu satu tahun, oni juga bisa menimpa Partai Golkar kalau tidak hati-hati," dia mengingatkan.


Sumber: VIVAnews
»»  Lihat Selengkapnya...

Pantun Capres Ical

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sudah membuka rapat pimpinan nasional Partai Golkar yang akan membahas salah satu agenda penting yakni, penetapan Aburizal sebagai calon presiden. Di bagian akhir pidato pembukaannya, Aburizal menyisipkan pantun capres.

"Terakhir, saya juga tidak mau kalah dengan Pak Cicip yang sudah memberikan pantunnya," kata politisi yang akrab disapa Ical di arena Rapat Pimpinan Nasional III Partai Golkar, Hotel Aston, Bogor, Jumat 29 Juni 2012. 

Cicip yang juga Menteri Kelautan dan Perikanan itu sudah menyampaikan pidato dan ditutup dengan pantun. Cicip merupakan Ketua penyelenggara Rapimnas Partai Golkar yang digelar sampai akhir pekan nanti. 

Di bagian akhir, Ical pun menyampaikan pantunnya soal capres. "Dara menari memakai kipas, kipas indah berhiaskan emas. Partai Golkar gelar Rapimnas, agar sikap partai makin tegas," kata Ical yang langsung disambut tepuk tangan para peserta yang hadir. 

Pantun rupanya belum selesai. Ical masih memiliki satu pantun terakhir. "Jalan-jalan ke Pulau Bintan, tidak lupa membeli ikan. Capres Golkar siap ditetapkan, agar mesin partai cepat digerakkan," ujar Ical yang kembali disambut para peserta. 

Rencananya, malam ini akan Partai Golkar menetapkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Ical sudah menyampaikan beberapa alasan mengapa Golkar menetapkan calon presiden sejak dini. 

"Penetapan capres setelah pemilu legislatif sangat terlambat. Jarak waktu terlampau dekat, hanya 304 bulan saja jelang Pilpres," jelas Ical.


Sumber: VIVAnews
»»  Lihat Selengkapnya...

Jumat, 29 Juni 2012

DPD PG Jabar "Keukeuh" Usung Yance


Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Jabar M. Q. Iswara menegaskan, PG hanya akan mengusung Ketua DPD PG Jabar Irianto M. S. Syafiuddin atau Yance, dalam Pemilukada Prov. Jabar tahun 2013 mendatang.
Pernyataan Iswara itu sekaligus menanggapi keinginan Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf yang ingin berpasangan dengan Wali Kota Banjar Herman Sutrisno, dalam pemilukada nanti. Herman adalah kader PG.
"Pencalonan Pak Yance sebagai calon Gubernur Jabar dari Partai Golkar, sudah final. Ini sudah disepakati dalam Rapat Pimpinan Daerah oleh pengurus Golkar Jabar. Termasuk juga rapimda yang diikuti para pimpinan partai di semua kabupaten dan kota di Jabar, serta para kader Golkar di seluruh Jabar," kata Iswara kepada wartawan, Rabu (27/6), di Gedung DPRD Prov. Jabar, Jln. Diponegoro No. 22, Kota Bandung,
Iswara menuturkan, surat pengajuan Yance sebagai calon Gubernur Jabar dari PG, telah dilayangkan ke DPP sejak beberapa minggu lalu. Kini, kata Iswara, DPD PG Jabar masih menunggu surat penetapan dari DPP.
"Jika SK DPP tentang rekomendasi Pak Yance sebagai cagub dari PG sudah turun, maka harus dipatuhi semua kader. Apabila ada kader yang mencalonkan diri maupun dicalonkan oleh partai lain tapi masih terdaftar sebagai kader Golkar, maka sesuai Juklak 13, kader tersebut akan dikenakan sanksi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PG Jabar Irianto M. S. Syafiuddin menanggapi santai tentang pernyataan Dede yang ingin berdampingan dengan Herman. Yance malah merasa bangga jika ada kader PG yang dilamar partai lain dalam pemilukada nanti.
"Itu artinya, kader Golkar kinerjanya bagus. Menunjukkan bahwa Golkar dilirik masyarakat, partai lain, serta tentunya turut andil membangun bangsa ini," ungkap Yance, dihubungi via telefon selulernya, Rabu.
Dia juga tidak mempermasalahkan jika ada kader Golkar yang ingin maju dalam pemilukada Jabar. Pasalnya, pencalonan Gubernur/Wagub Jabar bukanlah wewenang DPD PG Jabar.
"Saya memang mencalonkan diri. Nah, kalau sekarang ada calon partai lain ingin meminang kader Golkar selain saya yang akan diusung, itu saya serahkan ke DPP yang punya wewenang," ujarnya.
Dalam kesempatan berbeda, Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi DPD Partai Demokrat Jabar, Yan Rizal Usman, menuturkan, keinginan Dede Yusuf itu belum tentu selaras dengan keputusan Majelis Tinggi Partai (MTP) yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, MTP-lah yang menentukan langkah DPD PD Jabar dalam Pemilukada Jabar mendatang.
"Silakan saja Dede Yusuf ingin berpasangan dengan siapa. Namun tetap saja yang punya wewenang adalah MTP, mulai dari menentukan calon gubernur, wakil gubernur, termasuk maju bersendiri atau berkoalisi dengan partai mana," ucapnya.
Meski demikian, Rizal memuji keberanian Dede yang secara lantang ingin berpasangan dengan kader dari partai lain. Sikap inisiatif itu bisa membawa citra baik bagi PD.
"Apalagi, dari hasil Lingkaran Survei Indonesia lalu, Dede jauh unggul dibanding tokoh-tokoh lainnya. Nah, jika pernyataan Dede itu menjadi pro dan kontra di Golkar, saya kira bukan hak kami untuk mengomentari. Kami tidak mau ikut campur urusan internal partai lain," katanya.

»»  Lihat Selengkapnya...

Golkar Yakin Rebut Suara Jawa Barat

Jakarta - Jakarta - Partai Golkar optimistis merebut kembali suara terbanyak di Jawa bagian barat yang meliputi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Ketua Tim Pemenangan Pemilu Jawa I Partai Golkar Ade Komarudin mengatakan berdasarkan survei terakhir, suara Golkar di tiga provinsi itu meningkat.

"Trend nya terus meningkat dari perolehan 2009," ujarnya kepada wartawan di gedung DPR RI, Selasa 14 Februari 2012. Golkar memang pernah mengalami masa kejayaan di Jawa Barat dan sekitarnya hingga Pemilihan Umum 2004. Pada 2009, perolehan suara Beringin disalip Demokrat.

Jawa Barat, menurut Ade, daerah yang sangat penting bagi upaya Golkar memenangkan pemilu 2014. Dengan jumlah pemilih sekitar 30 juta jiwa, Jawa Barat jelas merupakan lumbung suara potensial. "Jawa Barat sangat menentukan dalam upaya pemenangan di 2014 nanti," ujarnya.

Ia menambahkan, pemilihan Jawa Barat sebagai daerah yang diproyeksikan sebagai lumbung suara Golkar sendiri cukup realistis. Kemungkinan Golkar untuk menguasai Jawa Tengah dan Jawa Timur cukup sulit. Alasannya, "Di sana sudah ada pemilih tradisional partai lain, jadi sulit untuk kami menggarap wilayah mereka," ujarnya.

Survei terakhir yang digelar Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan jika pemilihan digelar hari ini, Golkar akan memenangkan pemilu di tiga provinsi ini. "Kalau dengan format 36 partai, Golkar menurut survei akan menang dengan perolehan 17 persen," ujar Ketua DPP Partai Golkar Tubagus Ace yang mendampingi Ade. Sementara di posisi kedua ditempati Partai Demokrat dengan 12,9 persen dan PDI Perjuangan dengan 11,2 persen.

Sedangkan jika pemilu 2014 hanya diikuti oleh 10 partai politik, menurutnya, Golkar akan mendapatkan suara sebanyak 19,6 persen. Sementara Partai Demokrat 15 persen,  dan PDI Perjuangan memperoleh 11,8 persen.

Golkar sudah menyiapkan strategi pemenangan di Jawa Barat dan sekitarnya. Strategi ini, kata Ade, akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Pemenangan Pemilu Jawa 1 yang berlangsung dua hari ke depan. Rapat ini merupakan pemantapan dan penetapan road map pemenangan pemilihan kepala daerah, legislatif, dan presiden. 


Sumber: http://hileud.com/hileudnews/title/Golkar+Yakin+Rebut+Suara+Jawa+Barat/id/748765
»»  Lihat Selengkapnya...

Idrus Optimistis Golkar Usung Yance di Pilgub

Jakarta - Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham optimistis Ketua DPD Golkar, Jawa Barat, Irianto MS Syafiudin atau Yance maju di Pilgub Jawa Barat 2013.

Sebab, Idrus menilai idealnya sebuah partai terutama di Golkar harusnya ketua partai yang diusung. Dalam hal ini, di Jawa Barat Yance yang menjadi ketua DPD dan layak menjadi calon gubernurnya.

"Idealnya adalah ketua (DPD) yang jadi. Jadi, saya katakan kalau perjalanan partai itu normal, idealnya itu ketua partai yang menjadi calon," jelas Idrus saat ditemui di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Namun, menurut dia, jika memang elektabilitas Yance belum tinggi ada sesuatu yang salah di partai. Padahal, kerja-kerja politik Yance sudah cukup bagus sehingga tidak ada keraguan dalam memilih dia.

"Kami punya keyakinan Pak Yance ini sudah turun dari desa ke desa ini. Masa sih rakyat tidak tergerak hatinya," kata Idrus.

Dia mengemukakan, DPP Partai Golkar terutama untuk Pilgub Jawa Barat memprioritaskan kadernya yang dicalonkan. Meski begitu, karena belum ada penetapan, pihak di luar partai masih terbuka kemungkinan untuk turut bersaing.

"Sepanjang belum diambil keputusan, kan tetap terbuka. Tapi kami punya keyakinan kerja-kerja politik Pak Yance sangat efektif untuk menaikkan elektabilitasnya," kata Idrus.

DPP Partai Golkar masih menuggu sejauh mana tingkat elektabilitas Yance. Termasuk DPP belum bisa memastikan untuk sesegera mungkin mendeklarasikan siapa yang akan diusung seperti PKS yang mengusung kembali Ahmad Heryawan.

"Belum (deklarasi penetapan). Tetapi kami punya keyakinan Pak Yance punya peluang," kata tambah dia.


Sumber:INILAH.COM
»»  Lihat Selengkapnya...

Menetapkan Capres, Memenangkan Pilpres

Pidato Pembukaan Rapimnas III Partai Golkar 2012. Hotel Aston Bogor, 29 Juni 2012



Yang saya hormati  :
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Sdr. Dr. Akbar Tandjung, beserta seluruh anggota Wantim DPP Partai Golkar.
Para Wakil Ketua Umum,  dan segenap Pengurus DPP Partai Golkar,
Ketua Umum Ormas Pendiri, didirikan dan organisasi sayap Partai Golkar,
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi se Indonesia,
Peserta, Peninjau Rapimnas dan para undangan yang berbahagia,
Asalamu’alaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera bagi kita semua,
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, bahwa pada hari yang berbahagia ini, kita diberikan karunia dan kesempatan untuk menjalankan agenda organisasi Partai Golkar yakni Rapat Pimpinan Nasional  III Partai Golkar, sebagai forum yang sangat strategis dalam menentukan masa depan Partai Golkar untuk kembali memimpin bangsa Indonesia.
Tidak terasa, kita telah berada pada pertengahan periode kepengurusan DPP Partai Golkar Hasil Munas VIII Partai Golkar 2009 di Pekanbaru, suatu fase yang menentukan perjalanan perjuangan Partai Golkar ke depan. Dan pada saat ini, kita tengah melaksanakan Rapimnas III Partai Golkar. Rapimnas III ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapimnas II Partai Golkar  Tahun 2011 yang telah mengambil keputusan bahwa, penetapan dan pengukuhan Ir. H. Aburizal Bakrie (Ketua Umum DPP Partai Golkar) sebagai Calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Golkar dalam Rapimnas III  yang dilaksanakan selambat-lambatnya pada bulan Juni tahun 2012. Karena itu, maka agenda pokok Rapimnas III ini, tanpa mengesampingkan agenda-agenda penting lainnya, adalah pengukuhan Ketua Umum DPP Partai Golkar Ir. H. Aburizal Bakrie sebagai calon presiden Republik Indonesia dari Partai Golkar.
Para Peserta, Peninjau dan  hadirin yang saya muliakan,
Rapimnas III Partai Golkar ini memiliki makna yang sangat strategis bagi Partai Golkar dalam memantapkan posisi sebagai partai modern yang sangat konsisten dalam membangun tradisi politik yang demokratis. Sebagai partai yang memiliki tradisi demokrasi, penetapan dan pengukuhan calon presiden dari Partai Golkar dilakukan secara demokratis, melalui mekanisme yang diatur dalam konstitusi partai, dengan secara sungguh-sungguh memperhatikan aspirasi kader dan rakyat, sebagimana tercermin dalam berbagai hasil survei.
Penetapan dan pengukuhan calon presiden dari Partai Golkar pada Rapimnas III ini dikaitkan dengan evaluasi secara mendalam terhadap pengalaman perjalanan sejarah Partai Golkar selama ini, yang membutuhkan suatu strategi komprehensif  yang berorientasi dan fokus pada pemenangan Pemilu Presiden 2014.
Strategi tersebut tidak dapat dilepaskan dari realitas politik bahwa sepanjang pengalaman kompetisi politik Partai Golkar di era Reformasi ini, Partai Golkarhanya pernah sekali memenangkan pemilu legislatif, yakni Pemilu 2004 pada masa kepemimpinan Sdr. Akbar Tandjung, dengan prosentase dukungan suara mencapai 21%. Namun, kita juga mencatat bahwa, selama era Reformasi ini Partai Golkar belum pernah berhasil memenangkan pemilu presiden.
Betapapun demikian, saya haqqul-yaqin, bahwa setiap periode kepemimpinan Partai Golkar, telah berusaha sekuat-kuatnya untuk memenangkan Partai Golkar dalam setiap eventpemilu, dengan memanfaatkan segala potensi dan sumberdaya yang dimilikinya. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk belajar dari pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu kita jadikan referensi untuk meraih masa depan. Pengalaman masa lalu, apabila dipelajari secara saksama berlandaskan kemurnian nurani dan ketulusan akal budi, maka Insya Allah, akan menuntun kita untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan kita, sekaligus merumuskan strategi pemecahan yang setepat-tepatnya.
Para Peserta, Peninjau dan  hadirin yang saya muliakan,
Terhadap realitas capaian elektoral Partai Golkar selama ini, kita telah melakukan evaluasi secara kritis dan mendasar, untuk tidak ingin kesalahan  langkah politik yang telah terjadi terulang kembali. Khusus menyangkut pengalaman Partai Golkar yang belum berhasil memenangkan pemilu presiden dalam tiga kali pemilu era Reformasi, secara internal saya mengidentifikasi beberapa pelajaran penting, antara lain :
Pertama, Penetapan calon presiden yang dilakukan setelah pemilihan umum legislatif, saya pandang sangat terlambat, karena tidak tersedia waktu yang cukup untuk mengoperasikan seluruh strategi pemenangan, secanggih apapun strategi yang kita miliki. Jarak waktu yang terlampau pendek, yakni hanya tiga atau empat bulan saja antara pemilu legislatif dan pemilu presiden, tidak memberikan peluang bagi kita untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas calon presiden sebagai prasyarat utama pemenangan pemilu presiden.
Kedua, memudarnya daya juang dan sekaligus soliditas internal partai, karena terlalu banyaknya skenario politik yang dikembangkan dengan tujuan dan target yang berbeda-beda, sehingga tidak fokus,  banyak waktu dan kesempatan yang terbuang, serta energi yang terkuras percuma. Dengan kata lain, proses politik yang terjadi tidak produktif dan tidak konstruktif karena terbelenggu oleh  banyaknya skenario politik dengan segala implikasinya, sehingga justru kontraproduktif bagi pemenangan Pilpres yang menjadi target politik Partai. Karenanya, kita tidak ingin bila fokus dan konsentrasi kita terpecah, tidak ingin soliditas kita terganggu, dan pada akhirnya kita tidak ingin terlambat untuk memutuskan calon presiden dari Partai Golkar. Sehingga kita dapat memastikan hanya ada satu skenario politik menuju kemenangan pada Pemilu Presiden 2014.
Ketiga, kita juga mengevaluasi tidak berfungsinya organisasi partai sebagai mesin politik yang efektif. Fenomena ini selain terkait dengan lemahnya soliditas internal partai, merosotnya daya juang ideologis partai, juga terkait dengan lemahnya kelembagaan politik Partai Golkar, terutama dalam konteks penguatan jaringan dan militansi kader. Karena itulah, pemahaman dan penghayatan terhadap ideologi Partai Golkar yang terkristalisasi dalam Doktrin Karya-kekaryaan dan Karya Siaga Gatra Praja, agar benar-benar memberi inspirasi untuk membangkitkan semangat juang dan soliditas partai, meningkatkan kapasitas organisasi dan jaringan partai, yang pada akhirnya menggerakkan mesin politik partai secara efektif, guna mencapai target dan tujuan partai. Pergerakan partai sebagai mesin politik yang didasarkan pada cita-cita dan ideologi politik, tidak akan berhenti sampai cita-cita itu terwujud.
Dalam kerangka itu semua, maka Rapimnas III ini, selain mengagendakan secara khusus pengukuhan calon presiden, juga akan membahas penetapan Program Pemenangan Pemilu Presiden 2014 dan Penetapan Pokok-pokok Program Calon Presiden RI dari Partai Golkar. Dengan demikian, kita memiliki sekurang-kurangnya delapan belas bulan untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka memenangkan Pilpres tahun 2014. Terkait dengan hal ini,  sejak bulan Februari yang lalu, saya telah melakukan road show dari desa ke desa untuk meningkatkan elektabilitas Partai Golkar dan elektabilitas figur calon presiden RI dari Partai Golkar dalam satu kesatuan yang utuh yang kita sebut one united campaign”. Saudara-saudara akan melihat sendiri rekaman road show di berbagai daerah yang menunjukkan antusiasme dan dukungan masyarakat terutama kaum muda dan pemilih pemula.
Para Peserta, Peninjau, dan  hadirin yang saya muliakan,
Sejak Munas VIII Partai Golkar  tahun 2009, kita telah bertekad untuk merebut kembali kemenangan dan kejayaan Partai Golkar melalui implementasi CATUR SUKSES Partai Golkar, yakni Sukses Konsolidasi dan Pengembangan Partai; Sukses Kaderisasi dan Regenerasi; Sukses Kemandirian,  Demokrasi dan Pembangunan yang Berkesejahteraan; dan Sukses Pemilu 2009-2014.
Sejauh ini, kita telah melaksanakan dan akan terus memantapkan konsolidasi, memperkuat kaderisasi, menegaskan Partai Golkar sebagai the party of ideas, serta melakukan langkah-langkah konstruktif dan terukur baik di level grass root, internal Partai, maupun di lembaga-lembaga politik kenegaraan seperti di DPR dan pemerintahan. Semua itu merupakan satu kesatuan untuk menampilkan citra terbaik Partai Golkar, sebagai partai modern, demokratis, serta memiliki komitmen dan konsistensi terhadap motto Partai Golkar “Suara Golkar, Suara Rakyat” melalui Gerakan Karya Kekaryaan.
Kita patut bersyukur bahwa melalui kerja keras kita bersama, kita telah meraih kemenangan 59% dari Pemilukada di seluruh tanah air, melebihi target yang ditetapkan dalam Rapimnas I Partai Golkar pada bulan Februari 2010 sebesar 50%. Kita juga patut bersyukur bahwa Partai Golkar merupakan partai yang dikenal memiliki soliditas yang tinggi. Di tengah-tengah berbagai sorotan publik yang negatif terhadap partai-partai politik, alhamdulillah Partai Golkar tidak termasuk yang banyak disorot. Bahkan, kita boleh berbangga diri dengan berbagai hasil survei yang memposisikan Partai Golkar berada di urutan pertama, apabila pemilu legislatif dilakukan pada saat ini. Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), misalnya Partai Golkar menempati urutan pertama dengan perolehan dukungan sebesar 23%, selanjutnya PDIP (19,6%) dan Partai Demokrat dengan prosentase 10,7%. Sementara hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menunjukkan Partai Golkar memperoleh dukungan 20,9%, disusul PDIP 14% dan Partai Demokrat 11,3%.
Sementara itu, tingkat elektabilitas Ketua Umum DPP Partai Golkar sebagai calon presiden RI dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie, juga menunjukkan perkembangan yang signifikan, tren yang selalu meningkat. Pada survei terakhir yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia, elektabilitas Aburizal Bakrie telah mencapai 17,5%, selisih beberapa persen lagi, dari prosentase dukungan ke Partai Golkar sebesar 20,9%. Ini baru langkah permulaan yang memberikan optimisme kita semua, dan dengan kerja keras kita semua, maka Insya Allahelektabilitas tersebut akan terus meningkat.
Para Peserta, Peninjau, dan  hadirin yang saya muliakan,
Hasil-hasil survei itu menegaskan bahwa upaya kita semua dalam berjuang bersama-sama, melakukan konsolidasi dan penguatan kelembagaan partai, penguatan kader, optimalisasi Gerakan Karya Kekaryaan melalui program elektoral, telah menuai hasil sementara yang signifikan.     Tentu saja hasil-hasil survei tersebut membanggakan kita semua, namun saya mengingatkan agar kita semua tidak terlena, tidak lupa diri, melainkan kita semua harus terus meningkatkan kerja keras kita agar apa yang diprediksikan melalui survei-survei ilmiah tersebut, benar-benar menjadi kenyataan, dan bahkan prosentasenya lebih tinggi lagi, sehingga partai kita memenangkan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014.
Dalam berbagai kesempatan saya mengingatkan agar kita lebih mawas diri, sebab semakin tinggi dan rimbun pohon beringin kita, maka semakin kencang angin yang menerpanya. Artinya, dalam iklim kompetisi politik yang keras dan dinamis ini, kita harus terus-menerus meningkatkan kualitas soliditas kita semua, agar tidak mudah diadudomba, dipecahbelah, dan dihancurkan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Partai Golkar besar dan jaya. Sebaliknya, manakala kita solid dan bersatu, maka Partai Golkar akan tetap kuat, dan sebesar apapun angin bertiup, tidak akan dapat merobohkan pohon beringin kita, apalagi akar-akar pohonnya telah menancap kokoh, yang bermakna bahwa Partai Golkar telah benar-benar mengakar dan ada di hati rakyat.
Sebagai partai yang berorientasi Karya Kekaryaan, kita harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi Partai Golkar dengan semangat dan etos Karya Kekaryaan pula. Artinya, di tengah-tengah iklim kompetisi politik yang keras dan dinamis, di tengah-tengah merebaknya persaingan politik yang cenderung mengedepankan pragmatisme-transaksional, intrik dan politiking, bahkan kegaduhan politik, kita harus mampu menciptakan peluang dan momentum untuk senantiasa meyakinkan rakyat, bahwa Partai Golkar berbeda dengan yang lain. Caranya, adalah konsisten mengedepankan prinsip berkarya untuk rakyat dan bangsa, tiada hari tanpa karya, yang dalam bahasa agama, kita harus istiqomah dalam amal shaleh. Partai Golkar sebagai the party of ideas juga memberikan pesan kepada kita semua untuk mengedepankan ide dan gagasan sebagai instrumen politik. Kita harus tampil konsisten sebagai solusi terhadap semua masalah bangsa. Partai Golkar harus menjadi the part of solution, bukan the part of problem.
Para Peserta, Peninjau, dan  hadirin yang saya muliakan,
Kita harus bangun Partai Golkar sebagai partai modern yang memiliki sistem yang baik dan jaringan yang kuat serta mengakar, memiliki kader-kader yang andal dan militan yang dihasilkan dari implementasi sistem perkaderan yang kita bangun, memiliki wibawa dan citra yang baik di mata rakyat, dan jiwa kepemimpinan yang terekspresikan dalam segenap pengurus dan kader-kadernya dalam mengelola Partai Golkar sebagai partai modern, yang tidak terjebak pada pemikiran  jangka pendek, tetapi justru fokus pada persoalan-persoalan mendasar dan jangka panjang. Dalam kerangka itulah, Partai Golkar menetapkan suatuBlue-Print Pembangunan Nasional Menyongsong 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia, tahun 2045.
Baru-baru ini kita sama-sama mencermati publikasi The Fund for Peace yang menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 174 negara Index Negara Gagal. Terlepas dari metodologi dan parameter yang digunakan,  publikasi Index Negara Gagal tersebut hendaknya dimaknai sebagai warning dan cambuk untuk kita dalam berkarya untuk memajukan bangsa.  Kita tidak boleh berpuas diri dengan kondisi yang kita alami saat ini. Publikasi tersebut tidak perlu kita jadikan alasan untuk mendiskreditkan pihak lain, terutama pemerintahan SBY-Boediono. Namun, justru kita pandang sebagai peluang bagi Partai Golkar untuk terus bekerjasama dengan pemerintah guna mencari terobosan-terobosan demi memulihkan situasi sosial, ekonomi, politik dan budaya bangsa, kini dan masa depan.
Partai Golkar ingin mengajak  bangsa ini untuk menatap jauh ke depan, yakni Menyongsong 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia melalui suatu blue-print visi pembangunan nasional. Visi tersebut secara tegas mengacu kepada alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Pemerintahan negara dibentuk untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”
Sangat terang-benderang bagi kita, bahwa cita-cita Indonesia Merdeka adalah terwujudnya Negara Kesejahteraan, yakni Indonesia yang mandiri, maju, kuat, adil dan sejahtera. Indonesia yang mandiri merupakan ekspresi kemampuan bangsa untuk secara otonom menentukan arah dan prioritas kebijakannya. Juga kemampuan bangsa untuk memenuhi berbagai kebutuhan rakyatnya secara mandiri,
Kemandirian bangsa di berbagai bidang hendaknya ditopang dengan terwujudnya keadilan. Indonesia yang maju, kuat, mandiri dan adil merupakan prasyarat bagi terwujudnya kesejahteraan rakyat. Indonesia yang sejahtera akan tercapai jika manusianya memiliki kualitas sumber daya yang tinggi, memiliki sistem pertahanan yang tangguh, mandiri dalam memenuhi kebutuhannya sendiri serta terbebas dari berbagai ancaman dan tindak diskriminasi.
Itulah sekilas gambaran visi-misi kita untuk membangun kemandirin bangsa dan kesejahteraan rakyat sebagaimana tercantum dalam blue print Partai Golkar tentang Pembangunan Nasional. Visi-misi itu hanya bisa dilaksanakan secara efektif bilamana kita memenangkan Pileg dan Pilpres 2014.
Apakah Saudara-saudara siap ?
Sekali lagi, apakah siap ?  Terima kasih.
Peserta, Peninjau Rapimnas dan hadirin yang saya muliakan,
Akhirnya, saya sampaikan terima kasih  atas kebersamaan dan kerjasama kita semua selama ini, segenap keluarga besar Partai Golkar, khususnya Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar dengan segenap anggotanya, segenap Pengurus DPP,  DPD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia, serta Ormas Keluarga Besar Partai Golkar. Partai Golkar maju  karena adanya sistim yang kuat dengan didukung oleh kepemimpinan kolektif dari kita semua. Prestasi politik yang dicapai seperti yang ditunjukkan oleh hasil survei, adalah hasil kerja keras kita semua untuk memenangkan seluruh kompetisi politik demi terwujudnya cita-cita kelahiran Partai Golkar. Maju Golongan Karya, Maju Bangsa Indonesia.
Sebagai penutup, saya ingin memberikan hadiah berupa pantun kepada seluruh peserta Rapimnas III Partai Golkar :
DARA MENARI MEMAKAI KIPAS
KIPAS INDAH BERHIASKAN EMAS
PARTAI GOLKAR GELAR RAPIMNAS
AGAR SIKAP PARTAI MAKIN TEGAS
JALAN-JALAN KE PULAU BINTAN
TIDAK LUPA MEMBELI IKAN
CAPRES GOLKAR SIAP DITETAPKAN
AGAR MESIN PARTAI CEPAT DIGERAKKAN
Akhirnya, dengan mengucap Bismillahirrahmaanir rahiim, Rapimnas III Partai Golkar Tahun 2012 ini, secara resmi saya nyatakan dibuka. Selamat melakukan Rapimnas III Partai Golkar, semoga menghasilkan keputusan-keputusan yang penting dan mendasar bagi kemajuan, kebesaran dan kejayaan Partai Golkar.
Terima kasih, dan mohon maaf atas segala kekuarangan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
»»  Lihat Selengkapnya...

Minggu, 10 Juni 2012

Jabar Butuh Sosok Tegas, Pemberani Dan Religius


Tantangan yang dihadapi Propinsi Jawa Barat di masa mendatang sangat  banyak. Oleh karena itu Jawa Barat membutuhkan sosok pemimpin yang punya karakter khusus. Pemimpin itu harus punya sikap tegas, pemberani, cerdas tapi religius
Ketua AMPG Jawa Barat H.Rahmat Sulaeman mengungkapkan, selain ketiga syarat tersebut, pemimpin tersebut harus terbukti punya pengalaman mensejahterakan masyarakat. " Dan semua itu hanya ada dalam diri Kang Yance. " ujar Rahmat yang akrab dipanggil dengan Rasul tersebut.
Diungkapkan Rasul,  selama menjabat sebagai Bupati Indramayu, Kang Yangce telah membuktikan diri sebagai seorang inovator dengan program "Remaja"-nya. Meski tak harus sama, namun gagasan-gagasan dan inovasi Kang Yance sangat dibutuhkan untuk membangun propinsi Jawa Barat.
Meski terkadang karakter Kang Yance terlihat sangat lugas, namun Kang Yance merupakan sosok yang punya prinsip. Bahkan sikap lugas dan tegas ini terkadang melampui perkiraan banyak orang. " Banyak gagasan yang luar biasa, yang kadang tidak sempat terpikir oleh banyak orang. " tandas Rasul
Mengatakan “ Kang Yance adalah seorang yang tegas, berani,  cerdas dan revolusioner ( pembawa perubahan. red), Jawa barat membutuhkan figur Gubernur yang seperti Kang Yance yang berani, merancang inovasi-inovasi baru yang ternyata berhasil “ kata Rasul, Rasul Menambahkan, keberhasilan Kang Yance terbukti selama kang Yance memimpin Indramayu, dengan inovasi –inovasi  yang cerdas , Kang yance menerapkan sistem dan mengukur data kemiskinan di indramayu, dalam programnya, Kang Yance menerapkan bahwa disetiap desa harus didirikan lumbung padi / beras, jadi apabila ada rakyatnya yang kelaparan dan apabila ada rakyatnya yang meninggal karena kekurangan gizi, maka yang disalahkan adalah pihak desa.
“ Jawa Barat ini tidak membutuhkan pemimpin copy paste (peniru red.), harus mempunyai gagasan-gagasan yang cerdas demi rakyatnya, harus ada yang berani dan membawa daerah dan rakyatnya menjadi lebih baik dan sejahtera“ tegas Rasul.

Sumber: http://www.kangyance.com/berita/Jabar-butuh-sosok-tegas-pemberani-dan-religius
»»  Lihat Selengkapnya...

Kang Yance Minta Restu


Kang Yance selalu menjunjung ajaran untuk menghormati orang yang lebih tua. Salah satunya yang beliau amalkan adalah menghormati para kyai atau pemuka agama. Hal ini terlihat ketika beberapa waktu yang lalu Kang Yance bertemu serta bersilaturahmi dengan KH. Hasan yang juga merupakan sesepuh dan pengurus Ponpes Benda Kerep. Layaknya seorang anak kedatangan Kang Yance yang di dampingi oleh Sekretaris DPD Golkar Cirebon, Ir. Toto Sunanto ke Ponpes tersebut untuk meminta doa restu untuk mendapatkan yang terbaik. Sementara pihak Ponpes yang diwakili oleh putra sesepuh Benda Kerep, Muhtadi Mubarok menjelaskan,”mudah-mudahan kedatangan Kang Yance bisa memberikan manfaat baik untuk semua”, jelasnya.
Kedatangan Kang Yance ke Ponpes Benda Kerep ternyata juga menyita perhatian warga masyarakat, tak sedikit warga masyarakat yang mengenal sosok Kang Yance, “kalau tidak salah beliau itu mantan Bupati Indramayu ya”, tutur salah seorang warga. Menurut warga, Kang Yance pantas untuk menjadi Gubernur Jawa Barat, “lihat saja keberhasilan Indramayu sekarang, itu hasil kerja keras beliau”, tutur warga. Warga menilai keberhasilannya dalam mempimpin Indramayu bisa menjadi contoh yang dapat diterapkan untuk membangun seluruh Jawa Barat.

»»  Lihat Selengkapnya...

Yance Siapkan Strategi Menangkan Pilkada Jabar 2013

RMOL. Meski berada di posisi tiga dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkait Pilkada Jawa Barat, namun Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Irianto Mahfudz Sidik Syafiudin mengaku tidak gentar dan tidak kecil hati.

Yance, sapaan akrab dari Ketua Golkar Jabar menyatakan tidak merasa terpengaruh atas hasil tersebut, yang menyatakan Yance berada di posisi 3 dengan raihan 7,1 persen, membayangi Ahmad Heryawan 7,7 persen dan Dede Yusuf 41,4 persen.

"Hasil survei kemarin tidak terlalu berpengaruh untuk saya dan partai saya, karena saya optimis dengan kerja politik melalui silaturahmi dan sosialisasi," ungkap Yance, beberapa saat lalu (Minggu, 8/6).

Yance menyatakan, terlepas hasil tersebut adalah sebuah pesanan atau bukan, dirinya percaya dengan kerja keras selama satu tahun kemarin ada hasilnya.

"Saya terima kasih kepada masyarakat yang percaya dan memilih saya, itu bukti kerja keras saya yang diridhoi Allah SWT," ungkap Yance.

Yance juga bertekad akan memaksimalkan pergerakan di bawah, dan menyiapkan strategi menangkan Pilkada Jabar 2013.

"Kita akan terus bersemangat untuk berjuang agar meraih suara sebanyak-banyaknya, dengan mengunjungi grass root," demikian Yance.


Sumber: RMOL
»»  Lihat Selengkapnya...

Kang Yance Harapan Baru Masyarakat Jawa Barat

Amanah masyarakat Jawa Barat untuk Dr H Irianto MS Syafiuddin, yang akrab disapa Kang Yance memimpin Jabar, akan menjadi kekuatan dan harapan baru. Tidak hanya akan membawa angin segar perubahan, namun juga Kang Yance adalah figur pemimpin yang didambakan rakyat kecil.

Betapa tidak, mantan bupati Indramayu dua periode itu, sangat dicintai masyarakat Kabupaten Indramayu. Banyak yang telah dilakukan dan diperbuat oleh seorang Yance dalam menjalankan pemerintahan, demi kesejahteraan masyarakatnya.

Kang Yance saat menjadi bupati, lebih memilih pendekatan persuasif untuk merelokasi pedagang kaki lima dari kawasan Alun-alun pendopo Indramayu ke pinggir kali Cimanuk. Ia pun mengundang makan para pedagang ke pendopo dan mengajak berdiskusi dengan pendekatan 'hati'. Sehingga, akhirnya mereka pindah secara sukarela. Tidak ada gejolak atau penggusuran paksa, dengan menurunkan Satpol PP saat merelokasi para pedagang pada saat itu.

Kang Yance juga berani menolak keinginan para pejabat pusat, untuk mengunjungi daerahnya Kabupaten Indramayu, kalau tidak membawa manfaat buat masyarakatnya. Penolakannya itu juga membuat sejumlah pejabat pusat 'marah', sehingga seringkali dia berseteru dengan pemimpinnya. Sehingga banyak media massa yang menulisnya dan hal itu justru yang mengangkat namanya.

Kang Yance juga menepati janjinya saat dirinya berkampanye sebelum menjadi bupati. Bahwa dirinya akan terus membawa masyarakat Indramayu pada penegakan ajaran-ajaran syariat Islam. Meski Kang Yance berasal dari partai nasionalis seperti Partai Golkar, namun kebijakan-kebijakannya pro rakyat dan pro syariat Islam. Kang Yance melakukan gebrakan dan mengambil kebijakan-kebijakan yang strategis, untuk meredam peredaran minuman keras, mengurangi image 'Rangda Cilik Turunan Indramayu' (RCTI), dan lainnya.

Peraturan daerah (Perda) untuk larangan peredaran minuman beralkohol di wilayah Kabupaten Indramayu, yang dibuatnya pun banyak menuai kontroversi. 
Bahkan Menteri Dalam Negeri pun sampai kalang kabut, dan meminta untuk mencabut Perda larangan minuman keras tersebut. Namun, dengan kekuatan para alim ulama dan rakyatnya, Perda larangan minuman keras itu, kini masih terus dipertahankan.

Dan masih banyak lainnya yang telah dilakukan oleh Kang Yance, sebagai tokoh pemimpin dari Indramayu yang membawa angin segar itu. Seperti yang telah dilakukannya untuk membangun masyarakat Jawa Barat lebih agamis. Kang Yance membentuk dan membawa Forum Silaturahmi Dai dan Daiyah Jawa Barat (Forsida Jabar) untuk memberdayakan para ustad dan ustadzah lebih berperan dalam masyarakat..

Forsida dibentuk, karena Kang Yance melihat, meski banyak para ulama dan para ustad, masih banyak yang kurang diperhatikan oleh pemerintah. Sehingga, untuk membina  masyarakat Jabar masih jauh dari harapan. Tindakan Kang Yance membentuk Forsida tersebut, tidak hanya melambungkan namanya dikalangan alim ulama, santri, ustad dan kalangan pesantren. Namun juga, telah mendekatkan Kang Yance sebagai simbol perlawanan rakyat dari kalangan santri, umat islam, guru-guru madrasah, dan pesantren, untuk memperhatikan nasibnya. Sehingga justru, kalangan pesantren dan ulama itu mengatakan bahwa mereka saat ini bersedia untuk membela Kang Yance, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Kang Yance, adalah seorang pemimpin yang tidak pernah mengatakan, kalau dirinya pro rakyat. Akan tetapi, Kang Yance menunjukkannya dengan tindakan. Kang Yance sangat populer dimata rakyat dan kaum kecil. Meski tidak populer dimata  para pejabat pusat. Karena yang Kang Yance lakukan, Ia selalu membawa //duit// pecahan puluhan ribu dan dua puluhan ribuan, untuk memberi makan untuk rakyat kecil yang ditemuinya.

Apakah sosok Kang Yance juga adalah seorang yang ambisius ? Jawabannya, tidak ! "Karena, saya tidak akan mengajukan diri menjadi calon gubernur Jabar, kalau tidak ada dukungan rakyat dan alim ulama," kata Dr H Irianto MS Syafiuddin, pada suatu kesempatan.

Dan itulah yang terjadi, sosok Kang Yance sampai kini terus di Partai Golkar. Karena yang Ia lakukan, semata untuk menyejahterakan masyarakat. Selain sebagai dirinya selaku ketua Partai Golkar Jabar, maka membesarkan partai, baginya adalah wajib dilakukan. Sehingga dia tidak pernah gentar untuk selangkah mundur, untuk kabur dari Partai Golkar. "Meski halilintar menggelagar, api berkobar membakar, saya tetap pilih Partai Golkar," ujar Kang Yance, sesaat dirinya dipecat dari Partai Golkar oleh DPP Golkar, meski untuk kemudian Ia diangkat lagi dan terpilih menjadi Ketua Golkar Jabar.

Kang Yance, mungkin oleh orangtuanya akan dilarang, karena dirinya masuk dan memimpin Partai Golkar. Karena, ayahandanya sebagai seorang Mursyid dan pemimpin pergerakan Hissbullah pada zaman pergerakan, mengingkan Kang Yance selaku anaknya menjadi tokoh yang taat pada ajaran-Nya dan bermanfaat bagi umat.

"Namun, bagi saya, partai politik bukanlah urusan akhirat. Namun, partai semata-mata adalah urusan duniawi. Sehingga, apapun yang saya lakukan, yang terpenting bermanfaat bagi masyarakat dan orang lain, saya akan lakukan. Karena yang saya lakukan ini, semata saya hanya ingin diberikan yang terbaik," ujar Kang Yance.

Dan Kang Yance kalau menjadi pemimpin di Jabar nanti, banyak tantangan yang harus dihadapi. Kesejahteraan masyarakat Jabar yang masih jauh dari harapan, pembangunan yang masih belum merata, kesejahteraan para guru madrasah, guru honorer, imam masjid, ustad dam lainnya, haruslah menjadi perhatinnya. Selain tentunya, membenahi sistem birokrasi yang harus berpacu demi rakyat. Semoga Allah SWT melancarkan jalan untuknya. 
Amiin.
»»  Lihat Selengkapnya...